Spesiasi Alopatrik dan Spesiasi Simpatrik

Spesiasi adalah pembentukan dua atau lebih spesies dari satu spesies yang telah ada atau telah punah. Spesiasi dibagi menjadi dua yaitu spesiasi alopatrik dan spesiasi simpatrik.

A. Spesiasi alopatrik

Terjadinya spesiasi alopatrik berhubungan dengan isolasi geografis yang disebabkan oleh adanya penghalang penghalang geografis, antara lain sungai, gurun, dan gunung. Penghalang geografis alami tersebut menghamabat perpindahan organisme dan mendorong terjadinya isolasi reproduksi serta spesiasi pada tempat yang berbeda.

Sebagai contoh, sejumlah kecil anggota suatu populasi berpindah melewati gunung dan menjadi terisolasi secara permanen. Isolasi geografis dan penghalang geografisnya dapat mencegah alela dari suatu populasi menyebar kedaklam populasi lainnya sehingga tidak terjadialiran atau pertukaran gen diantara populasi populasi tersebut. Dengan demikian, populasi populasi tersebut memiliki lungkang gen yang terpisah.

Jika suatu anggota populasi tidak dapat bereproduksi dengan anggota populasi lainnya, populasi tersebut dikatakan terisolasi secara reproduksi. Isolasi reproduksi merupakan mekanisme pengisolasian yang mencegah atau menghambat penghambat antar anggota populasi atau mencegah pembentukan keturunan yang fertil.

Kombinasi antara isolasi reproduksi dan waktu memungkinkan terjadinya perbedaan diantara dua kelompok dalam suatu populasi. Contoh spesias alopatrik lebih banyak terjadi daripada spesiasi simpatrik, misalnya spesiasi pada laba laba, spesiasi burung finch darwin, dan spesiasi ikan tlapia.

B. Spesiasi simpatrik

Spesiasi simpatrik terjadi diantara dua kelompok dalam ligkungan yang sama. Spesiasi tipe ini terjadi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut.

1. Isolasi tingkah laku

Isolasi tingkah laku dapat mencegah terjadinya reproduksi jika misalnya suatu anggota lainnya aktif pada malam hari sedangkan anggot alainnya aktif disiang hari. Anggota anggota populasi tersebut tidak dapat bereproduksi walaupun mereka berada di daerah yang sama. Mereka terisolasi secara reproduksi yang kemudian diikuti dengan spesiasi.

2. Isolasi ekologis

Isolasi ekologis juga dapat menyebabkan isolasi reproduksi yang kemudian diikuti dengan spesiasi jika anggota anggot apopulasi menempati nisia (relung) ataupun habitat yang berbeda. Contohny adalah jika suatu anggot apopulasi hidup di puncak pohon, sedangkan anggot apopulasi lainnya hidup didasar hutan. Kadua anggota populasi tersebut menempati daerahyang sama, tetapi tidak dapat melakukan reproduksi karena tidak dapat bertemu.

3. Isolasi musiman

Isolasi musiman merupakan isolasi yang disebabkan oleh perbedaan masa aktif reproduksi anggota anggota populasi dalam satu tahun. Isolasi ini terjadi ketika dua subspesies dapat disilangkan secara buatan untuk menghasilkan keturunan atau hibrid, tetapi di alam keduanyamenghasilkan gamet gamet pada waktu yang berbeda dalam satu tahun.

Akibatnya, walaupun berada di wilayah yang sama, anggota anggota populasi itu tidak dapat melakukan reproduksi. Contohnya, beberapa subspesies tumbuhan berbunga pada waktu yang berbeda dan hewan hewan dengan masa estrus (birahi) pada musim yang berbeda.

4. Isolasi mekanis

Isolasi mekanis terjadi pada hewan hewan atau tumbuhan yang reproduksinya dihambat oleh letak atau struktur alat alat kelamin yang tidak sesuai dengan pasangannya, meskipun mereka berasal dari satu spesies. Hal itu menghalangi terjadinya populasi diantara hewan hewan atau penyerbukan diantara bunga bunga tumbuhan.

Contohnya, sangat tidak mungkin bagi seekor anjing great dane untuk melakukan perkawinan dengan seekor anjing chihuahua, kendati keduanya merupakan anggota spesies anjing.

5. Isolasi gamet

Isolasi gamet mengisolasi organisme organisme yang matang secara reproduksi pada waktu yang sama, tetapi ketidaksesuaian fisiologis gamet gamet mencegah terbentuknya hibrid. Sebagai contoh, sperma gagal bertahan hidup di dalam oviduk atau buluh serbuk sari gagal tumbuh pada kepala putik.

6. Isolasi hibrid

Isolasi hibrid terjadi ketika dua organisme yang berbeda melakukan perkawinan, tetapi zigot hibrid yang terbentuk gagal berkembang mencapai tingkat kematangan seksual. Kalaupun mampu berkembang mencapai tingkat kematangan seksual, individu hibrid yang terbentuk itu infertil atau steril.

Contohnya adalah bagal (mule) yang merupakan hasil persilangan antara kuda betina dan keledai jantan. Kendati gagah dan kuat, bagal merupakan individu infertil dan tidak dapat membentuk gamet normal selama proses pembelahan meiosis. Contoh lainnya adalah zebronkey yang dihasilkan dari persilangan antara zebra dan keledai


Materi terkait teori evolusi


  1. Beberapa Pendapat Asal Usul Makhluk Hidup
  2. Sejarah Perjalanan Carles Darwin
  3. Beberapa Pencetus Teori Evolusi (Lamarck, Charles darwin dan August weismann)
  4. Perbandingan Teori Evolusi Darwin dengan Teori Evolusi Lainnya
  5. Bukti-Bukti Pendukung Terjadinya Evolusi pada Makhluk Hidup
  6. 3 Cara Mekanisme Terjadinya Evolusi
  7. Spesiasi Alopatrik dan Spesiasi Simpatrik
  8. 7 Faktor Yang Mempengaruhi Evolusi Makhluk Hidup
  9. 3 Teori Biogenesis (Francesco Redi, Spallanzani, dan Louis Pasteur)


Referensi

P. Fictor Ferdinand, & Moekti Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 3: untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Pratiwi, D.A., Sri Maryati, Srikini, Suharno, & Bambang S. 2012. Biologi SMA kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pujiyanto, Sri & Rejeki Siti Fatimah. 2016. Menjelajah Dunia Biologi keas XII SMA. Solo: Tiga Serangkai.

Rachmawati, Faidah., Nurul Urifah, & Ari Wijayati. 2009. Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XII Program IPA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi : untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Posting Komentar untuk "Spesiasi Alopatrik dan Spesiasi Simpatrik"