3 Cara Mekanisme Terjadinya Evolusi

1. Seleksi alam

Mekanisme yang diajukan oleh darwin untuk menjelaskan terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Contoh seleksi alam adalah ngengat biston betularia. Ngengat tersebut terdapat dalam dua bentuk, yaitu ngengat berwarna gelap dan ngengat berwarna terang.sebelum revolusi industri (1850), ngengat berwarna terang mendominasi hampir seluruh wilayah inggris, sedangkan ngengat berwarna gelap jarang terlihat.


Namun pada tahu 1895 terjadi peningkatan jumlah ngengat berwarna gelap hingga mencapai 98% dari seluruh populasi ngengat. Hal itu disebabkan selama revolusi industri, asap hitam dari tungku pembakaran batu bara telah membunuh lumut kerak pada batang batang pohon dan menghitamkannya. Ketika ngengat hinggap di batang batang pohon tersebut, ngengat berwarna gelap sulit terlihat oleh burung pemangsa dibandingkan dengan ngengat berwarna terang.

Sebagai akibatnya, ngengat berwarna gelap dapat hidup lebih lama untuk bereproduksi. Oleh karena itu dikatakan ngengat berwarna gelap lebih adaptif (lebih dapat menyesuaikan diri) terhadap ingkungan dari apada ngengat berarna terang. Dalam kasus ini, yang berperan sebagai tekanan lingkungan yang menyeleksi adalah pemangsa oleh burung predator dan ngengat berwarna terang dikatakan terkena seleksi alam.

2. Mutasi gen

Mutasi gen adalah perubahan sususnan gen (dna) yang dapat menyebabkan perubahan sifat sifat organisme yang mengalainya. Perubahan tersebut dapat diwariskan organisme kepada keturunannya. Meskipun secara alami sangat jarang terjadi, mutasi gen merupakan salah satu mekanisme penting terjadinya evolusi untuk menghasilkan spesies baru.

Perubahan sifat akibat mutasi gen menimbulkan berbagai variasi pada organisme yang pada akhirnya membuka peluang untuk terjadinya evolusi. Pelajari lebih rinci mengenai mutasi gen

3. Hukum hardy-weinberg

Pada tahun 1908, seorang ahli matematikainggris bernama godfrey harold hardy dan seorang dokter jerman bernama wilhwlm weinberg secara terpisah berhasil menemukan suatu simpulan yang sama, yaitu perubahan secara evolusi hannya terjadi apabila ada sesuatu yang mengganggu keseimbangan genetik.

Untuk selanjutnya, hal tersebut dirumuskan dalam hukum hardy weinberg yang menyatakan bahwa dalam kondisi tertentu yang stabil, frekuensi gen (alel) dan genotipe selalu tetap atau konstan dari generasi ke generasi.

Yang dimaksud dengan “kondisi tertentu” agar keseimbangan genetik selau terjaga adalah
  1. Populasi harus cukup besarsehingga tidak memberikan peluang bagi perubahan frekuensi gen
  2. Perkawinan antara genotipe yang satu dan genotipe yang lain terjadi secara acak
  3. Tidak terjadi mutasi
  4. Tidak terjadi seleksi
  5. Tidak terjadi migrasi
Namun pada kenyataannya , kondisi seperti diatas jarang dijumpai. Kondisi tersebut hannya dapat dijumpai dalam suatu populasi yang ideal (secara teori). Hukum hardy weinberg digunakan untuk menghitung frekuensi alel dan genotipe dalam suatu populasi.

Sebagai contoh, jika dalam suatu populasi manusia terdapat sebuah gen dengan dua buah alel, yaitu alel a (dominan) yang menyebabkan pigmentasi pada kulit dan alel a (resesif) yang menyebabkan albino. dalam populasi tersebut ada tiga kemungkinanan genotipe, yaitu aa (homozigot dominan), aa (heterozigot), dan aa (homozigot resesif).

Jika populasi tersebut telah berbaur cukup laama, tidak terjadi migrasi secara besar besaran, tidak terjadi mutasi (baik pada gen a maupun gen a), frekuensi gen gen tersebut akan selalu tetap dari generasi ke generasi. Kondisi yang demikian itu telah terjadi perimbangan alel atau disebut panmiksis.dalam kondisi demikian, presentase masing masing alel akan tetap dan jumlah totalnya akan selalu 100%.

Contoh soal perhitungan hukum HArdy Weinberg bisa dilihat pada video berikut ini



Materi terkait teori evolusi


  1. Beberapa Pendapat Asal Usul Makhluk Hidup
  2. Sejarah Perjalanan Carles Darwin
  3. Beberapa Pencetus Teori Evolusi (Lamarck, Charles darwin dan August weismann)
  4. Perbandingan Teori Evolusi Darwin dengan Teori Evolusi Lainnya
  5. Bukti-Bukti Pendukung Terjadinya Evolusi pada Makhluk Hidup
  6. 3 Cara Mekanisme Terjadinya Evolusi
  7. Spesiasi Alopatrik dan Spesiasi Simpatrik
  8. 7 Faktor Yang Mempengaruhi Evolusi Makhluk Hidup
  9. 3 Teori Biogenesis (Francesco Redi, Spallanzani, dan Louis Pasteur)


Referensi

P. Fictor Ferdinand, & Moekti Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 3: untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Pratiwi, D.A., Sri Maryati, Srikini, Suharno, & Bambang S. 2012. Biologi SMA kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pujiyanto, Sri & Rejeki Siti Fatimah. 2016. Menjelajah Dunia Biologi keas XII SMA. Solo: Tiga Serangkai.

Rachmawati, Faidah., Nurul Urifah, & Ari Wijayati. 2009. Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XII Program IPA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi : untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Posting Komentar untuk "3 Cara Mekanisme Terjadinya Evolusi"