Bukti-Bukti Pendukung Terjadinya Evolusi pada Makhluk Hidup

1. Fosil

Bukti langsung terjadinya evolusi dijumpai dalam catatan fosil. Istilah fosil berasal dari bahasa latin fossilis yang berarti menggali karena umumnya fosil ditemukan dengan cara menggali lapisan tanah atau batuan.

Fosil merupakan tubuh, bagian tubuh, jejak, ataupun sisa sisa makhluk makhluk hidup yang terawetkan dalam beberapa cara, antara lain dalam batuan sedimen, dalam es, ataupun dalam getah lengket yang dihasilkan oleh pohon pohon tertentu.


Fosil umumnya terbentuk dari bagian terkeras suatu organisme. Pada hewan, bagian yang menjadi fosil adalah eksoskeleton arthropoda, mollusca, echinodermata, atapun endoskeleton dan gigi vertebrata. Pada tumbuhan, bagian yang menjadi fosil adalah jaringan kayu, biji, serta spora atau serbuk sari yang memiliki lapisan pelindung.

Walaupun memberikan bukti bukti terjadinya perubahan makhluk hidup secara evolusi, ctatan fosil tersebut tidaklah tidaklah lengkap. Terdapat “celah” dalam catatan fosil yang seharusnya diisi oleh fosil fosil makhluk hidup bentuk peralihan.

Fosil-fosil jarang ditemukan dalam keadaan lengkap (utuh), umumnya merupakan suatu bagian atau beberapa bagian tubuh makhluk hidup.
Faktor-faktor yang menyebabkan jarang ditemukan fosil dalam keadaan lengkap, yaitu:

  1. terjadinya lipatan batuan bumi
  2.  pengaruh air, angin, dan bakteri pembusuk
  3. hewan pemakan bangkai;
  4. jenis organisme, ada organisme yang tidak mungkin menjadi fosil, misalnya Amoeba;
  5. keadaan lingkungan yang tidak memungkinkan suatu bagian tubuh organisme menjadi fosil.

Salah satu catatan fosil yang terbaik adalah catatan fosil evolusi kuda. Anggota kuda modern (ordo eqiudae) yang meliputi kuda, zebra, dan keledai, semuanya berukuran besar dan memiliki kaki yang panjang serta merupakan hewan pelari cepat yang teradaptasi hidup di padang rumput terbuka. Kuda, zebra, dan keledai diklasifikasikan dalam genus equus yang diduga berasal dari moyang kuda eohippus (hyracotherium) dari zaman eosin sekitar 55 juta tahun yang lalu.


Ada dua metode untuk menghitung umur fosil, yaitu sebagai berikut.

a. Pentarikhan relatif

Metode ini dilakukan dengan menentukan umur batuan tepat ditemukannya fosil. Umur batuan dapat ditemukan melalui seberapa jauh jarak batuan tersebut dari permukaan bumi. Batuan tua terdapat dilapisan terbawah. Data dari fosil lain yang ditemukan pada lapisan batuan yang sama juga dapat diguanakan untuk memperkirakan umur sampel fosil baru.

b. Pentarikhan absolut

Dilakukan berdasarkan penghitungan laju peluruhan radioaktif dalam batuan. Dengan mengukur perbandingan anatar bentuk radioaktif suatu unsur, misalnya uranium-238, menjadi bentuk nonradioaktif , para ilmuan dapat menetukan kapan batuan terbentuk. Perubahan bertahap asam amino dari bentuk satu ke bentuk lainnya setelah organisme mati juga dapat digunakan untuk pentarikhan beberapa jenis fosil.

2. Perbandingan anatomi

Perbandingan anatomi meliputi proses membandingkan struktur tubuh, seperti jantung dan rangka, pada hewan hewan yan berbeda. Jika pada hewan hewan berbeda terdapat struktur organ yang serupa, dapat diindikasikan hewan hewan tersebut memiliki moyang yang sama.

A. Homologi yaitu organ- organ tubuh yang mempunyai fungsi berbeda, tetapi mempunyai bentuk dasar yang sama.

Contoh: sayap burung dan tangan manusia.
struktur dari dasar yang sama tetapi memiliki fungsi yang sama
B. Analogi yaitu organ- organ tubuh yang mempunyai struktur yang berbeda tetapi memiliki fungsi- fungsi yang sama.

Contoh: sayap kupu-kupu, burung dan kelelawar
fungsi sama untuk terbang tetapi struktur dasar berbeda

3. Perbandingan embriologi

Suatu studi embriologi terhadap anggota anggota vertebrata menunjukkan adanya suatu kemiripan pada tahap tahap awal perkembangan embrio. Hal itu juga menunjukkan adanya kesmaan moyang.

4. Perbandingan biokimia

Bukti bukti perbandingan biokimia mungkin merupakan petunjuk adanya hubungan evolusioner yang paling kuat semua organisme memiliki dna sebagai bahan genetik dengan suatu kode genetik yang hampir universal.tidak hannya itu, semua organise memiliki atp sebagai energi cadangan dan melakukan jalur metabolik yang serupa, contohnya daalm proses respirasi. Proses proses fisiobiologis, seperti respirasi, melibatkan reaksi reaksi biokimiawi yang serupa pada semua spesies.

5. Alat tubuh yang tersisa (organ vestigial)

Beberapa organisme memiliki struktur atau organ organ yang tampaknya tidak memiliki fungsi yang berguna. Sebagai contoh, manusia memiliki satu tulang ekor di ujung tulang belakang yang diduga tidak memiliki fungsi apa apa.

Beberapa jenis ular memiliki tulang pelvis (panggul) dan tulang tungkai, sedangkan beberapa jenis salamander memiliki mata, walaupun anggota spesies tersebut buta total. Manate (sapi laut) memiliki kuku jari pada sirip siripnya (yang berevolusi dari kaki) dan paus memiliki tulang tulang pelvis (panggul) seperti mamalia lainnya.

Organ organ yang tampaknya tidak berfungsi itu dinamakan organ organ vestigial. Tulang ekor pada manusia homolog dengan ekor pada primata lainnya. Jadi, organ organ vestigial dapat dipandang sebagai bukti bukti terjadinya evolusi. Artinya, organisme organisme yang memiliki organ organ vestigial diduga memiliki moyang yang sama dengan organisme organisme yang memiliki organ organ yang homolog secara fungsiaonal.

6. Domestikasi atau seleksi buatan

Domestikasi merupakan pembudidayaan makhluk hidup. Persilangan tumbuhan maupun hewan yang didomestikasi menciptakan varitas varietas yang memiliki sedikit kemiripan ciri ciri eksternal dengan spesies liar moyangnya. Seleksi buatan juga menyebabkan banyaknya varietas persilangan kucing, anjing, burung dara, sapi, dan hewan hewan peralihan lainnya.

Dalam beberapa kasus, persilangan dikembangkan untuk kepentingan kepentingan tertentu. Suatu famili organisme yang diseleksi oleh penyilang (manusia) menunjukkan ciri ciri tertentu, contohnya burung dara yang memiliki bulu ekor berbentuk kipas. Penyilang mengawinkan burung burung dara tersebut secara bersama sama dan menyeleksi lagi keturunannya untuk mendapatkan burung dara berbulu ekor berbentuk kipas yang lebih lebar.

Seleksi buatan ini mengakibatkan munculnya varietas persilangan murni burung dara dengan bulu ekor berbentuk kipas. Seleksi buatan ini menghasilkan perubahan perubahan dalam waktu singkat. Para penyilang melakukan seleksi buatan untuk mendapatkan tumbuhan dan hewan dengan sifat sifat yang diinginkan.


Materi terkait teori evolusi


  1. Beberapa Pendapat Asal Usul Makhluk Hidup
  2. Sejarah Perjalanan Carles Darwin
  3. Beberapa Pencetus Teori Evolusi (Lamarck, Charles darwin dan August weismann)
  4. Perbandingan Teori Evolusi Darwin dengan Teori Evolusi Lainnya
  5. Bukti-Bukti Pendukung Terjadinya Evolusi pada Makhluk Hidup
  6. 3 Cara Mekanisme Terjadinya Evolusi
  7. Spesiasi Alopatrik dan Spesiasi Simpatrik
  8. 7 Faktor Yang Mempengaruhi Evolusi Makhluk Hidup
  9. 3 Teori Biogenesis (Francesco Redi, Spallanzani, dan Louis Pasteur)


Referensi

P. Fictor Ferdinand, & Moekti Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 3: untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Pratiwi, D.A., Sri Maryati, Srikini, Suharno, & Bambang S. 2012. Biologi SMA kelas XII. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Pujiyanto, Sri & Rejeki Siti Fatimah. 2016. Menjelajah Dunia Biologi keas XII SMA. Solo: Tiga Serangkai.

Rachmawati, Faidah., Nurul Urifah, & Ari Wijayati. 2009. Biologi : untuk SMA/ MA Kelas XII Program IPA. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi : untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Belum ada Komentar untuk "Bukti-Bukti Pendukung Terjadinya Evolusi pada Makhluk Hidup"

Posting Komentar

Mohon untuk tidak meninggalkan live link

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel