Klasifikasi Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)

Klasifikasi Ilmiah Babi Rusa

Kingdom     : Animalia
Filum           : Chordata
Kelas           : Mammalia
Ordo            : Artiodactyla
Famili          : Suidae
Genus         : Babyrousa
Spesies       : Babyrousa babyrussa

HABITAT DAN PERSEBARAN BABI RUSA

Habitat Babirusa adalah di hutan hujan tropis. Mereka suka berkubang dalam lumpur dan menyukai tempat-tempat yang dekat dengan sungai atau kubangan lumpur di hutan dataran rendah.
Babirusa (Babyrousa babyrussa) tersebar di seluruh Sulawesi bagian utara, tengah, dan tenggara, serta pulau-pulau Togian, sula, dan Buru. Di Sulawesi Utara, terdapat dua anak-jenis Babirusa yakni Babyrousa babyrussa babyrussa dan Babyrousa babyrussa celebensis.

CIRI MORFOLOGI BABI RUSA

Panjang badan dan kepala Babirusa adalah berkisar antara 87 sampai 106 cm dengan tinggi bahu 80 cm dan panjang ekornya 25 sampai 30 cm. Berat tubuhnya bisa mencapai 90 kg.
Tubuh tidak tertutup oleh mantel rambut hanya nampak lipatan-lipatan kulit berwarna hitam abu-abu sedang di bagian perut tampak lebih terang dari bagian lainnya.
Klasifikasi Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)
Klasifikasi Babi Rusa (Babyrousa babyrussa)
Ciri yang paling menonjol dari hewan ini adalah taringnya. Taring atas Babirusa tumbuh menembus moncongnya dan melengkung ke belakang ke arah mata. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan.

DESKRIPSI UMUM BABI RUSA

1) Perilaku

Babirusa kadang dijumpai hidup menyendiri, akan tetapi lebih menyukai hidup berkelompok.
Babirusa berkeliaran dalam kelompok kecil dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpin mereka dan mereka pun mengeluarkan suara dengus yang rendah. Mencari makan pada sore hari hingga larut.

Pada saat mencari makan itu mereka tidak menyuruk tanah seperti babi hutan tapi memakan buah dan membelah kayu-kayu mati untuk mencari larva lebah.
Jika mengahadapi bahaya terhadap pemangsa, Babirusa akan menyelamatkan diri dengan cara terjun ke jurang, sungai atau lumpur. Hal ini memang akan mengakibatkan kematian. Jika dalam keadaan terpaksa, dia akan berani menyerudukkan kepalanya.

2) Reproduksi

Perkawinan tidak mengenal musiman. Perbandingan jantan dan betina tidak dapat ditentuka secara jelas karena biasanya berlangsung secara acak. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor dalam satu kali melahirkan.

Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi Babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor Babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.

3) Pakan

Di habitat aslinya, Babirusa sebenarnya omnivora. Mereka memakan segala jenis buah-buahan, ubi-ubian, larva serangga, cacing, molusca, dan binatang kecil lainnya. Di Gembira Loka, ia diberi makan sekitar 10% dari berat badannya yang berupa ketela rambat yang dicacah, sayur-sayuran, dan bekatul yang dicampur hingga rata.
Previous
Next Post »

Mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon