Home Top Ad

Klasifikasi Walet Sapi (Collocalia esculenta)

Share:

Klasifikasi Ilmiah Walet Sapi (Collocalia esculenta)

Kerajaan   : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo         : Apodiformes
Family     : Apodidae
Genus      : Collacalia
Spesies     : C. esculenta

Morfologi Walet Sapi (Collocalia esculenta)

Walet sapi sering juga disebut white-bellied swiftlet yang berarti walet berperut putih. Ada yang menyebut burung ini dengan nama sriti. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 10 cm dengan lebar bentangan sayap mencapai 21 cm tubuh bagian atas berwarna hitam kehijau hijauan, bagian bawahnya abu-abu gelap.

Walet Sapi (Collocalia esculenta)
Walet Sapi (Collocalia esculenta)
Bagian perut yang berwarna keputihan merupakan ciri khusus bagi walet sapi. Model ekor sedikit tampak berbeda, belahannya dangkal. Ujung paruh burung ini melengkung, seperti kuku. Paruh ini juga berfungsi sebagai alat menempel di tempat yang akan dibangun sarang, karena kedua kakinya yang kecil dan lemah.

Perilaku Walet Sapi (Collocalia esculenta)

Burung ini mudah beradaptasi dengan manusia sehingga tidak takut untuk bersarang di rumah penduduk, pertokoan, perkantoran, pasar, masjid, sekolahan, dan sebagainya.

Lengkingan nada tinggi “ciir ciir” adalah suara khas walet sapi. Ia suka sekali terbang berputar-putar pelan secara berkelompok. Umumnya walet ini berada di semua ketinggian daerah Jawa dan Bali.
Sama seperti walet lainnya, walet sapi juga termasuk walet pemakan serangga. Di antara jenis-jenis serangga pakannya yaitu tawon kiara, serangga ini adalah menu kesukaannya. Menukik untuk minum di sungai atau kolam pada sore hari. Bila bertelur biasanya hanya dua butir. Telurnya berwarna putih dan agak lonjong

Habitat Walet Sapi (Collocalia esculenta)

Walet sapi membuat sarang dengan hasil yang tidak teratur, terdiri dari lumut, rumput yang direkatkan dengan sedikit liur, sarang ini dapat dimakan tapi kandungan rumput dan lumutnya yang banyak perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum diolah.

Ia suka membuat sarang di tempat yang agak terang dekat mulut gua, celah-celah batu atau sudut-sudut bangunan. Selama masa kawin si perut putih menghasilkan dua butir telur. Di alam ia tersebar di kawasan Himalaya, Asia, Papua nugini, dan Australia.

ditemukan dari pinggir laut sampai puncak gunung. Ada di semua tipe hutan dan lahan pertanian.

Tidak ada komentar

Mohon untuk tidak meninggalkan live link