Home Top Ad

Klasifikasi Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)

Share:
Terdapat 45 jenis burung rangkong yang tersebar luas di seluruh dunia. Di Indonesia terdapat 13 jenis yang terdiri dari 7 genus yaitu: Annorhinus, Penelopides, Berenicornis, Rhyticeros, Anthracoceros, Buceros, dan Rhinoplax yang tersebar luas di hutan-hutan Sumatera (9 jenis), Jawa (3 jenis), Kalimantan (8 jenis), Sulawesi (2 jenis) dan Irian Jaya (1 jenis) (Sukmantoro dkk, 2007).

Klasifikasi Burung Klasifikasi Burung Julang Emas

Kingdom : Animalia
Filum       : Chordata
Kelas       : Aves
Ordo        : Coraciiformes
Famili      : Bucerotidae
Genus      : Rhyticeros
Spesies   : Rhyticeros undulatus
Catatan: dahulu diberi nama ilmiah Aceros undulates

Morfologi Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)

Secara umum ciri yang dimiliki oleh burung rangkong adalah ukuran tubuhnya yang besar dengan panjang total antara 381 mm sampai 1600 mm. Bulu berwarna hitam di bagian punggung, sayap, perutnya serta ekornya berwarna putih. Mempunyai mata berwarna kuning, kulit di sekitar mata berwarna merah. Paruh berwarna kuning gading dengan bangunan yang terbuat dari bahan tulang, bentuk mirip tanduk yang berada di atas paruh.

Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)
Kulit dan bulu di sekitar tenggorokan berwarna terang, sayap kuat, ekor panjang, kaki pendek, jari-jari kaki besar dan sindaktil. Beberapa jenis memiliki tanduk (casque) yang menonjol di atas paruh, kadang-kadang berwarna mencolok, berwarna merah atau kuning. Jantan memiliki kepala krem, bulu halus kemerahan bergantun dari tengkuk, kantung leher kuning tidak berbulu dengan strip hitam khas.
Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)
Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)
Sedangkan, yang betina memiliki kepala dan leher hitam , dan kantung leher berwarna biru (MacKinnon et al. 2010). Julang emas (Aceros andulatus) termasuk omnivora. Makanannya berupa biji-bijian, dedaunan dan serangga.

Perlindungan Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)

Perburuan terhadap jenis burung Julang Emas dewasa ini terus meningkat sehingga menyebabkan populasinya semakin menurun. Julang Emas telah dilindungi UU diantaranya berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar No. 226 tahun 1931, UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya yang dipertegas dengan SK Menteri Kehutanan No.301/Kpts-II/1991 tentang Inventarisasi Satwa yang dilindungi Undang-Undang, SK Menteri Kehutanan No.883/Kpts-II/1992 tentang penetapan tambahan beberapa jenis satwa yang dilindungi Undang-Undang, dan PP No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan satwa.

IUCN (International Union for Conservation of Nature) menyatakan bahwa status keterancaman burung Julang Emas masih beresiko rendah (Least concern). Namun demikian, menurut kategori CITES (Convention on International Trade of Endangered Species of Wild Fauna and Flora) spesies burung Julang Emas merupakan fauna yang termasuk dalam Appendix II (status perdagangan belum terancam tapi akan terancam punah apabila dieksploitasi lebih), yaitu jenis yang boleh diperdagangkan hanya dalam kondisi tertentu, seperti riset ilmiah saja.

Penurunan populasi burung Julang Emas dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti berkurangnya jenis tumbuhan yang menjadi sumber makanan, ditambah dengan hilangnya habitat asli, perburuan dan perdagangan yang semakin tidak terkendali, serta pengaruh pestisida yang dapat menyebabkan rusaknya fungsi reproduksi karena residu kimia yang terakumulasi melalui rantai makanan mengakibatkan cangkang telur menipis. Kesadaran masyarakat yang rendah dalam menjaga kelestarian hutan juga menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan pengaruhnya terhadap kelestarian burung rangkong (Sukmantoro 2002)

Perilaku Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)

Tingkah laku bersarang burung Julang Emas sangat menarik. Burung betina yang sedang mengerami telurnya biasanya berada didalam lubang pohon yang ditutup dengan lumpur, hanya disisakan sedikit lubang yang cukup untuk melewatkan makanan oleh jantan.

Sewaktu telur menetas, betina memecahkan penutup sarang, lalu menutupnya kembali sampai saat burung muda siap untuk terbang. Perilaku julang emas (Aceros andulatus) memiliki kebiasaan terbang berpasangan atau dalam kelompok kecil di atas hutan, dengan kepakan sayap yang berat, apabila terbang rendah terdengar kepakan sayap”wut…wut…wut…” sambil mencari pohon buah-buahan (Mackinon et al 2010).

Burung Rangkong beristirahat dalam banyak kelompok yang terbagi dalam beberapa rusting tree, dengan berkelompok Rangkong akan merasa aman dan nyaman untuk beristirahat. Pada waktu terbang Julang Emas dapat dibedakan dengan jenis rangkong yang lain secara mudah dan cepat dengan melihat bentuk paruh warna sayap dan warna ekor.

Perkembangbiakan Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)

Burung Julang Emas biasanya berkembang biak pada bulan Januari-Mei (Poonswad 1993). Musim hujan merupakan suatu pendorong untuk melakukan perkembangbiakan dikarenakan pada waktu tersebut terdapat banyak tanah basah yang berguna untuk membangun dinding sarang.

Adanya pengaruh musim terhadap pola perkembangbiakan sesuai dengan penelitian sebelumnya di Pulau Nusakambangan yang menunjukkan bahwa musim tidak berbiak burung Rangkong terjadi antara bulan Oktober - Desember (Nugroho 2000).

Habitat Julang Emas (Aceros undulates / Rhyticeros undulatus)

Kelompok burung Rangkong (Bucerotidae) sangat menggemari buah Ara (Ficus sp). Jumlah pohon Ficus sp semakin sedikit di temui di hutan. Pohon Famili Moraceae khususnya Ficus sp memiliki karakteristik yang sesuai sebagai habitat Burung Julang Emas. Ficus sp selain menyediakan buah-buahan sepanjang tahun, juga memiliki pohon yang rimbun dan tinggi serta mampu tumbuh besar sehingga menjadi tempat berlindung yang aman.

Julang Emas melalui kotorannya sangat berperan dalam penyebaran biji di hutan karena sistem pencernaan Julang Emas tidak merusak biji buah. Selain itu, pergerakan Julang Emas keluar dari pohon penghasil buah ke pohon lainnya membantu menyebarkan biji ke area lainnya dan meregenerasi hutan secara alami.

Family Bucerotidae menyukai hutan dengan vegetasi rapat dan kanopi yang luas, pohon yang percabangannya banyak dan kuat, serta diameter pohon yang besar. Family Bucerotidae memanfaatkan ruang tajuk strata atas dengan ketingggian (4,5-15m ataupun >15m) yang memenuhi keamanan bagi burung dalam melakukan aktivitasnya (Darmawan 2006).

Tidak ada komentar

Mohon untuk tidak meninggalkan live link