Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung)

Sistem perototan atau muskularis pada ikan adalah sama seperti pada system perototan vertebrata lainnya yang terdiri dari otot rangka, otot polos dan otot jantung. Sistem musularis yang paling sederhana ditemukan pada kelompok Cyclostomata karena posisi evolusinya dan tidak adanya spesialisasi pada otot.

Berdasarkan bentuknya, otot pada ikan terbagi atas Cyclostomine yang dimiliki oleh kelompok Agnatha dan Piscine yang termasuk golongan Osteichtyes dan Condrihthyes. Pada kelompok Cyclostomine, bentuk myomere terdiri dari satu lekukan ke dalam dan dua lekukan keluar dimana ujungnya tumpul. Sedangkan pada myomere penyusun otot piscine memiliki lekukan yang ujungnya tajam. Penyebutan otot rangka pada ikan tergatung dari system gerak yang dilakukan, lokasi otot, struktur otot dan pergerakannya.
Sistem otot pada pisces
Sistem otot pada pisces

Berdasarkan lokasinya otot dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Otot Rangka (Skeletal muscle)
b. Otot Non Rangka (Non Skeletal muscle)

Berdasarkan pergerakannya, otot dibedakan menjadi :

a. Otot Sadar (Voluntary)
b. Otot Tak Sadar (Involuntary)

Berdasarkan strukturya, otot dibedakan menjadi :

a. Otot Jantung
b. Otot Polos
c. Otot Lurik / Otot bergaris


A. Otot Jantung

Otot jantung (myocardium) tersusun atas otot itu sendiri dan jaringan ikat. Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah, masing-masing berhubungan satu sama lainnya. Otot jantung berkontraksi kuat dan terus menerus bekerja, sampai individu ini mati.

Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Secara embriologi, otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos, dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. Otot ini berwarna merah tua, berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis 30 ikannya. Otot ini disebut pula sebagai myocardium. 

Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocardium (selaput dalam). Otot pada ventrikel lebih tebal daripada otot pada atriumnya. Myocardium terbungkus dua lapisan yaitu lapisan terluarnya disebut epicardium dan lapisan dalamnya disebut endocardium. Kedua apisan tersebut membungkus komponen otot rangka yang disebut pericardium.

B. Otot Polos

Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat, kemudian berkembang menjadi otot polos. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan, Tetapi banyak pula yang tersebar. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama.

Otot polos antara lain terdapat pada:

a. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan, baik yang melingkar maupun yang memanjang. Otot ini digunakan untuk meng-gerakkan makanan 29 (gerakan peristaltik); yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan, kantung urine, trakhea dan bronkhi dari paru-paru.

b. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah, yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah.

c. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi
dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya.

d. Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya.

C. Otot Lurik atau Otot Bergaris

Otot lurik dinamakan demikian karena serabut ototnya meperlihatkan adanya garis – garis melintang dengan banyak inti yang tersebar pada bagian pinggir serabut. Serabut otot lurik tersususn atas ikatan sebanyak 20 sampai 30 buah serabut dan dinamakan fasciculum. Otot lurik merupakan otot sadar (voluntary) dan biasa diberi nama untuk memudahkan dalam pengenalannya sesuai dengan letak, fungsi, asal dan lain sebagainya.

Dinamakan sebagai otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit dan berfungsi dalam pergerakan antar tulang dan pergerakan seluruh tubuh.

Otot parietal pada ikan terdiri dari myomer (pada vertebrata tingkat rendah) atau myotom (pada vertebrata tingkat tinggi) yang berpola zig-zag dan diiikat oleh myoseptum. Myoseptum adalah bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomere yang berurutan dan berfungsi untuk mengikat dan menyatukan myomere – myomere tersebut. 

Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum. Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan musculus lateralis superficialis. 

Jaringan tersebut merupakan jaringan ikat yang melekat antara musculus dan integument. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior, tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak, menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang.

Pada ikan – ikan tertentu dari kelompok Bony-fish, pada horizontal skeletogoneus septumnya terjadi penimbunan lemak yang terlihat berwarna gelap atau merah disebut sebagai red muscle atau dark muscle.

Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda, ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya, ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan, yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur.

Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat, yaitu:

  1. Otot ocolomotor, yang terdapat pada mata denganjumlah tiga pasang
  2. Otot hypobranchial, terdapat pada dasar pharynx, rahang, hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang).
  3. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka, rahang dan lengkung insang
    (berfungsi sebagai pengkerut). Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor, levator dan interakualia.
  4. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip.

Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada), otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh, terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip, membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan), dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yangmenegang dan menggerakkan girdle.

Dalam beberapa hal, sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan, juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii, sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar.

Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. Otot-otot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor, interfilamental diantara jari-jari sirip)
Sistem Muskularis PAda Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung)
Sistem Muskularis PAda Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung)

Organ Listrik

Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei, otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan, menyimpan, dan mengeluarkan muatan listrik. Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik) di bawah kulit (Teleostei), pada sirip, di belakang mata (star-gazer), atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik).

Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan, lokasi, struktur, dan juga fa’alnya. Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. Pada umumnya ikan laut mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar, kecuali ”electric eel” (Electrophoros) dan ” electric cat fish” 36 (Malapterurus electricus).

Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi, organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan, contohnya, Electrophorus electricus, Torpedo nobilian, Malapterurus electricus. Sedangkan ikan bervoltase rendah, organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan, contohnya, Mormyrus rume, Gymnotus carapo, Gymnoranchus niloticus, Raja clavata. Organorgan tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer, sebab diatur oleh syaraf kranial ke 7 dan ke 9. Ikan Raja dan Electrophorus, organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial.

Pada Electrophorus electricus (belut laut), organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 - 650 volt. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter, termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah.

Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut dengan pergerakannya lamban, mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. Malapterurus electricus, hidup di sungai yang gelap di benua Afrika, panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt. Komunikasi, orientasi, dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik.

Pada beberapa spesies, organ 37 listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri, bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap, dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya.

Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks, berupa sel berinti banyak, berbentuk uang logam besar. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil; mito-khondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan syaraf-syaraf yang masuk. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang, dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ.

Dalam stadium istirahat, potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya, potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya.

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves



Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/sistem-muskularis-pada-piscesikan-otot.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/sistem-muskularis-pada-piscesikan-otot.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon