Kenali Tanda-Tanda Influenza dan Cara Mencegahnya

Share:
Wanita hamil lebih mudah diserang penyakit influensa. Epidemi yaag hebat yang terjadi tahun 1957-1958, menyebabkan kematian ibu yang meningkat. Pada kca(i.v,m biasa, tidak banyak pengaruhnya pada ibu atau pun pada janin. Pengobatan p.nl.r penderita influensa harus dilaksanakan dengan baik, dengan banyak istirahat, banyak minum, dan kalau perlu diberi.

Analgetika atau Antibiotika dan harus d: penggunaan obat-obat batuk yang sifatnya supresi dan obat antihistamin Tidak ada indikasi tindakan abortus provokatus pada penderita hamil influensa. Bila ada komplikasi ke arah pneumonia penderita segera dirawat da antibiotika. Perawatan harus intensif.
Kenali Tanda-Tanda Influenza dan Cara Mencegahnya
Kenali Tanda-Tanda Influenza dan Cara Mencegahnya

Beberapa tanda dan gejala yang biasa terjadi pada flu :


  1. Demam lebih dari 38 Celsius pada orang dewasa, dan sering sampai 39,5 Celsius sampai 40,5 Celsius pada anak.
  2. Panas dingin dan berkeringat.
  3. Batuk kering.
  4. Nyeri otot, khususnya pada punggung, lengan dan kaki
  5. Kelelahan dan lemah
  6. Hidung tersumbat
  7. Hilang nafsu makan
  8. Diare dan muntah pada anak

Penyebab Flu “Influenza”

Virus flu menyebar lewat udara ketika seseorang terinfeksi batuk, bersin atau bicara. Anda dapat menghirup virus tersebut secara langsung, atau melalui suatu benda seperti telepon atau keyboard komputer, dan kemudian menghantarkannya ke mata, hidung atau mulut anda.


Flu disebabkan oleh tiga tipe virus – influenza A, B, dan C. Tipe A menyebabkan pandemi flu yang mematikan (epidemi pada belahan bumi) yang menyerang setiap 10 sampai 40 tahun. Tipe B menyebabkan pandemi dengan skala yang lebih kecil. Tipe A atau B dapat menyebabkan sirkulasi flu setiap musim dingin. Tipe C tidak pernah berkaitan dengan epidemi yang besar.

Tipe C cukup stabil, tapi tipe A dan B secara konstan berubah dan memunculkan kekhawatiran baru bagi masyarakat secara reguler. Sekali anda terkena flu, antibodi yang terbentuk akan menekan penyebabnya, tetapi tidak akan melindungi anda dari virus yang telah bermutasi. Itulah mengapa dokter merekomendasikan suntikan flu setiap tahun.

Faktor risiko Flu “Influenza”

Risiko flu meningkat atau dapat berkomplikasi jika anda :

  • Bayi atau anak-anak
  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Memiliki penyakit yang kronis, seperti diabetes atau penyakit janung, penyakit ginjal atau paru-paru.
  • Memiliki sistem imun yang lemah, seperti HIV AIDS.
  • Hamil ketika akan musim flu
  • Penduduk yang ada di care center.
  • Bekerja di care center.
  • Secara reguler melakukan kontak secara dekat dengan bayi atau anak-anak.


Anak yang menggunakan aspirin dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko dengan lebih besar. Vaksin flu aman bagi anak-anak usia 6 bulan atau lebih. Jika anak anda tidak berisiko akan tetapi tinggal dengan orang yang memiliki risiko tersebut, anda tetap harus memberikan vaksin pada anak anda. Cara tersebut akan mengurangi risiko anak anda terinfeksi. Lebih banyak orang yang terimunisasi, lebih sedikit flu akan menyebar pada sebuah komunitas.

Pencegahan Flu “Influenza”

1. Gunakan vaksinasi flu secara rutin tiap tahun. 
Waktu yang tepat untuk vaksinasi adalah saat sebelum masa puncak dari musim flu. Perlu dua minggu bagi tubuh untuk membangun sistem imun tubuh mulai dari pemberian vaksin. Tanyakan pada dokter anda waktu yang tepat.Tetap ingat bahwa vaksin flu tidak akan menghilangkan risiko terkena flu, khususnya pada orang dewasa. Tapi vaksin ini dapat mengurangi risiko terkena flu.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bila saat pemberian vaksin flu dan sirkulasi wabah flu dekat, vaksin flu akan efektif antara 70% sampai 90% untuk melindungi.Hal ini lebih sedikit efektivitasnya pada orang dewasa. Para ahli kesehatan merekomendasikan vaksinasi pada orang di atas 50 tahun karena vaksin akan mengurangi risiko komplikasi flu, perawatan di RS dan kematian.

2. Cusi tangan. Mencuci tangan adalah cara terbaik dalam mencegah infeksi flu biasa. 
Gosok telapak tangan anda sedikitnya 15 detik, sabuni dengan benar dan tutup keran menggunakan tisu. Atau gunakan jel pembersih tangan berbahan dasar alkohol paling sedikit berkadar alkohol 60 persen.

3. Makan secara benar dan tidur secara teratur. 
Diet yang salah dan kurang tidur melemahkan imunitas anda dan menyebabkan anda lebih rentan terinfeksi.Diet seimbang dengan buah segar dan sayuran, gandum atau nasi, dan makanan yang mengandung protein adalah yang terbaik untuk banyak orang. Tidur yang cukup dan teratur juga perlu untuk kesehatan sistem imun. Secara umum, orang dewasa sangat baik tidur malam selama 7 sampai 8 jam. Anak-anak dan remaja membutuhkan tidur malam 9 sampai 10 jam.

4. Berolahraga secara teratur. 
Melatih kardiovaskuler secara teratur – berjalan, bersepeda, aerobik – meningkatkan sistem imun anda. Olahraga tidak dapat mencegah infeksi, tetapi jika anda terkena flu, anda akan lebih sedikit kemungkinannya terkena dampak yang parah dan sembuh lebih cepat daripada orang yang tidak fit.

5. Hindari kerumunan orang saat musim flu. 
Flu menyebar dengan mudah dimanapun orang-orang banyak berkumpul – pada care center, sekolah, kantor, auditorium dan alat transportasi publik. Menghindari kerumunan orang pada saat musim flu akan mengurangi kesempatan anda terinfeksi flu.

Gambaran Klinis.


  1. gejala yang khas berupa gejala infeksi virus akut yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi dan nafsu makan hilang, disertai gejala local berupa rasa menggelitik sampai nyeri tenggorokan, kadang batu kering, hidung tersumbat, bersin dan ingus encer.
  2. Tenggorokan tampak hyperemia.
  3. Dalam rongga hidung tampak konka yang sembab dan hyperemia.
  4. Secret dapat bersifat serus, seromukus, atau mukopurulen bila ada infeksi sekunder.

Diagnosis.

Untuk mengetahui komplikasi perlu dilakukan pemeriksaan auskultasi paru, status telinga pada anak, EKG pada penderita yang mengeluh nyeri dada.
Pengobatan.

  1. Anjurkan istirahat,dan banyak minum sangat penting pada influenza ini. Pengobatan simptomatis diperlukan untuk menghilangkan gejala yang terasa berat atau mengganggu.
  2. Parasetamol 500 mg 3 x sehari atau asetosal 300-500 mg 3 x sehari baik untuk menghilangkan nyeri dan demam.
  3. Untuk anak dosis parasetamol adalah: 10 mg / kg BB/kali, 3-4 kali sehari.
  4. Antibiotikhanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder.

Tidak ada komentar

Mohon untuk tidak meninggalkan live link