Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urine

Proses pembetukan urine yang terjadi di ginjal tepatnya dibagian nefron sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh manusia itu sendiri untuk menghasilkan urine dalam jumlah banyak ataukah sedikit. Pembentukan urine dipengaruhi oleh faktor internal(hormon antideuretik dan hormon insulin) dan faktor eksternal(jumlah air yang diminum)

Hormon Antideuretik(ADH)

Hormon antideuretik dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis yang dalam pengeluaran hormon ADH selalu dikontrol oleh reseptor khusus yang terus menerus mengendalikan tekanan osmosis darah(keseimbangan cairan di dalam darah). Hormon ADH mempengaruhi jumlah air yang akan dipertahankan di dalam tubuh ataukah harus dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

hormon ADH
mekanisme kerja hormon ADH
Jika darah memiliki tekanan osmotik tinggi(naik) yaitu pada saat seseorang mengalami dehidrasi sehingga jumlah air di dalam darah akan menurun, maka akan terjadi sekresi hormon ADH yang akan meningkat yang dialirkan ke dalam darah dan diteruskan ke bagian ginjal.


Hormon ADH yang terdapat di ginjal mempengaruhi permeabilitas sel terhadap air dibagian tubulus kontortus distal sehingga terjadi difusi air dari tubulus kontortus menuju ke dalam pembuluh darah sehingga konsntrasi air di dalam darah akan meningkat, akibat yang ditimbulkan dari proses ini maka urine yang dihasilkan akan memiliki kandungan air yang sedikit.

Lihat video(Struktur nefron dan proses pembentukan urine)

Hormon Insulin

Hormon insulin merupakan hormon yang dikeluarkan oleh pulau-pulau langerhans yang berada di pankreas yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah di dalam darah. Penderita diabetus militus memiliki kadar gula darah yang tinggi di darah dikarenakan hormon insulin yang dihasilkan rendah. Fungsi hormon insulin adalah mengendalikan kadar gula darah di dalam darah dengan mengubahnya menjadi glikogen yang disimpan di hati.

pankreas hormon insulin
pankreas tempat produksi hormon insulin
jika mengalami kerusakan bisa menyebabkan
diabetes militus yang berimbas pada ginjal
Jika kadar gula darah tinggi maka proses reabsorpsi glukosa di tubulus kontortus proksimal akan terganggu dikarenaka tubulus kontortus proksimal akan kelebihan beban dalam proses reabsorpsi, akibatnya masih ada glukosa yang lolos dari reabsorpsi sehingga urine akan memiliki kandungan glukosa yang tinggi.

Jumlah Air yang Di Minum

Jumlah air yang diminum seseorang pasti mempengaruhi konsentrasi dari urine yang terbentuk. Semakin banyak air yang diminum maka konsentrasi air dalam darah meningkat sehingga proses reabsorpsi air di dalam tubulus kontortus proksimal akan berkurang. Hormon ADH yang dihasilkan juga akan menurun sehingga proses reabsorpsi di tubulus kontortus distal akan berkurang juga.
Jumlah air yang diminum mempengaruhi
banyak sedikitnya urine yang dikeluarkan

Belum Lengkap Jika Belum Membaca
Untuk mendapatkan file PDF materi sistem ekskresi secara lengkap silahkan like facebook biologiedukasi.com dan share link di facebook anda terlebih dahulu, kemudian kirim email ke yogajiwanjaya@gmail.com untuk mendapatkan link download materi sistem ekskresi dari google drive

selamat belajar
Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/01/sistem-ekskresi-faktor-faktor-yang.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/01/sistem-ekskresi-faktor-faktor-yang.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon