Bakteri Shigella dysenteriae Penyebab Penyakit Disentri

Shigella dysenteriae ditemukan oleh Shiga (1889 & 1901), Kruse (1900), dan Schmitzii (1927) merupakan salah satu dari 4 spesies Shigella (S. dysenteriae, S. flexneri, S. boydii, S. sonnei). Shigella spp. merupakan bakteri penyebab disentri atau shigellosis pada manusia dan beberapa primata yang telah dikenali sejak tahun 1890an. Shigella spp. endemik di daerah Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Shigellosis merupakan penyakit diare yang disebabkan terjadinya inflamasi akut pada tractus intestinum.

Taksonomi
Kingdom    : Bacteria
Filum          : Proteobacteria
Kelas          : Gammaproteobacteria
Ordo           : Enterobacteriales
Famili         : Enterobactericeae
Genus         : Shigella
Spesies       : Shigella dysenteriae

Morfologi Shigella dysenteriae

Shigella dysenteriae pada Pewarnaan Gram
Shigella dysenteriae merupakan bakteri gram negatif yang berbentuk basil dan lurus, non-motile, facultative anaerob, tidak berspora, tidak berkapsul, suhu optimum mencapai 37°C. Ukuran Shigella dysenteriae sekitar 2-3μm x 0,5-0,7 μm dan susunannya tidak teratur. Koloni Shigella dysenteriae berbentuk konveks, bulat, transparan dengan pinggir utuh dan berukuran mencapai 2nm.

Patogenesis
Shigella dysenteriae berpindah dari penderita melalui fecal-oral seperti melalui makanan, tangan, air yang terkontaminasi feses penderita, dan lalat. Shigella dysenteriae merupakan bakteri intraseluler fakultatif. Shigella dysenteriae menyerang manusia dengan menginvasi dan memfagositosis sel epitel mukosa Shigella dysenteriae kemudian keluar dari vakuola fagositik dan bermultiplikasi serta menyebar di dalam sitoplasma yang pada akhirnya menyebar ke sel lain di dekatnya (Gambar 2).

Perkembangan Shigella dysenteriae dalam menginvasi sel targetnya
dari sel yang satu ke sel yang lain.
Shigella dysenteriae yang difagosit oleh makrofag akan merangsang terjadinya apoptosis namun sebelum apoptosis terjadi Shigella dysenteriae dapat keluar dari vakuola fagositik dan menyerang sel disekitarnya
Proses inveksi Shigella dysenteriae.

Shigella dysenteriae seperti Salmonella setelah menembus enterosit dan berkembang dapat menyebabkan kerusakan sel tersebut. Peradangan mukosa merangsang proses endositosis sel-sel yang tidak terfagosit menarik bakteri ke dalam vakuola intrasel, bakteri akan bermultiplikasi sehingga menyebabkan sel pecah dan bakteri akan menyebar ke sekitarnya serta menimbulkan kerusakan mukosa usus. Sifat invasif dan pembelahan intrasel dari bakteri ini terletak dalam plasmid yang luas dari kromosom bakteri Shigella dysenteriae.

Invasi bakteri ini mengakibatkan terjadinya infiltrasi sel-sel polimorfonuklear dan menyebabkan matinya sel-sel epitel tersebut, sehingga terjadilah tukak-tukak kecil didaerah invasi yang menyebabkan sel-sel darah merah dan plasma protein keluar dari sel dan masuk ke lumen usus serta akhirnya ke luar bersama tinja. Shigella juga mengeluarkan toksin (Shiga toksin) yang bersifat nefrotoksik, sitotoksik (mematikan sel dalam benih sel) dan enterotoksik (merangsang sekresi usus) sehingga menyebabkan sel epithelium mukosa usus menjadi nekrosis.

Oleh: Lianita Rarasandy

Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2014/11/bakteri-shigella-dysenteriae-penyebab.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2014/11/bakteri-shigella-dysenteriae-penyebab.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon