Sistem pencernaan, Usus halus, usus besar, dan Anus

4. Usus halus

Usus halus merupakan tempat untuk memproses makanan selanjutnya setelah dari lambung. Usus halus sendiri memiliki tiga bagian penting yaitu usus 12 jari(duodenum), usus kosong(jejunum), dan usus penyerapan(ileum). Ketiga bagian ini memiliki fungsi masing-masing yang sangat penting untuk proses penyerapan nutrisi makanan.
struktur usus halus

Usus 12 jari(duodenum)
Duodenum memiliki panjang sekitar 25 cm yang memiliki fungsi untuk menerima kim dari lambung. Usus 12 jari terdapat dua muara saluran yang masuk ke dalam duodenum yaitu saluran dari pancreas, hati, dan kantong empedu. Saluran yang bermuara di duodenum ini memiliki fungsi masing masing yang sangat penting untuk proses pencernaan sekaligus sebagai tempat pembuangan sisa-sisa zat yang tidak dibutuhkan tubuh.

Pankreas
kelenjar pankreas terletak di bawah lambung dan memiliki warna putih. Pankreas sendiri menghasilkan beberapa zat diantaranya
  • ezim amilase: memecah pati menjadi maltosa dan glukosa. Beberapa jenis amilase yang terdapat di pankreas antara lain
  • enzim maltase: memecah maltosa menjadi dua molekul glukosa
  • enzim sukrose: memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa
  • enzim laktase: memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
  • enzim protease(peptidase): memecah protein , di dalam lambung sendiri terdapat tiga jenis protease yaitu tripsinogen, kimotripsinogen, dan karboksipeptidase
  • enzim lipase: menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan monogliserida
  • enzim nuklease: berperan untuk menghidrolisis asam nukleat(RNA dan DNA) menjadi komponen nukleotida.
  • Natrium bikarbonat(NaHCO3): berfungsi untuk menetralkan keasaman kim yang masuk ke dalam duodenum agar memiliki PH basa sekitar 8.
    struktur pankreas yang bermuara pada duodenum

Hati dan kantong empedu
Hati memiliki berat sekitar 2kg yang berlokasi dibagian depan usus. Beberapa fungsi hati antara lain
1. Menghasilkan empedu
2. Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah berupa glikogen
3. Menyerap unsur besi dan darah yang telah rusak
4. Tempat pembentukan fibrinogen dan heparin
5. Mengubah provitamin A menjadi vitamin A dan provitamin D menjadi vitamin D
6. Sebagai tempat detoksifikasi racun dan minuman beralkohol
7. Sebagai tempat penghancuran eritrosit yang sudah tua maupun rusak
hati dan kantong empedu yang bermuara pada duodenum

Empedu yang dihasilkan oleh hati disimpan di dalam kantong empedu. Empedu sendiri bersifat basa sehingga bersama-sama dengan natrium bikarbonat saat memasuki usus 12 jari membantu dalam meninggikan kadar PH menjadi lebih basa. Empedu juga mengandung garam empedu yang berfungsi untuk menghidrolisis lemak di dalam usus.

Usus kosong(jejunum)
Jejunum memiliki panjang sekitar 1.5m-2.5m yang merupakan tempat terjadinya pencernaan kimiawi di dalam usus. Enzim yang dihasilkan antara lain
  • Enterokinase: mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas
  • Laktase: mengubah laktosa menjadi glukosa
  • Erepsin: mengubah pepton menjadi asam amino
  • Maltase: mengubah maltosa menjadi glukosa
  • Disakarida: mengubah disakarida menjadi monosakarida
  • Peptidase: mengubah polipeptida menjadi asam amino
  • Sukrase: mengubah sukrosa menajdi glukosa dan fruktosa
  • Lipase: mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak
Usus penyerapan(ileum)
Ileum memiliki panjang sekitar 3,5m dan merupakan tempat terjadinya penyerapan makanan. Di dalam ileum terdapat struktur seperti jari yang dinamakan dengan jonjot usus(vili). Vili merupakan struktur berupa lipatan-lipatan yang memiliki fungsi untuk menyerap makanan, di dalam vili memiliki banyak pembuluh darah yang digunakan untuk mengangkut sari-sari makanan yang diserap oleh vili.
struktur ileum
vili, preparat awetan

 

5. Usus Besar(kolon)

Kolon pada manusia terdiri dari tiga bagian yaitu bagian yang naik(ascenden), bagian melintang/mendatar(transcenden), dan bagian yang turun(desenden). Sisa makanan yang masuk ke kolon memiliki kadar air yang cukup tinggi maka kolon akan menyerap air yang berlebihan tersebut, sebaliknya jika sisa makanan memiliki kadar air yangs angat sedikit maka akan ditambahkan air supaya sisa makanan tidak terlalu kering. Hal ini sangat berguna agar fese yang dihasilkan tidak encer maupun tidak keras.
kolon, memiliki bagian asenden, transenden, dan desenden

Proses pembentukan feses di dalam kolon di abut oleh bakteri Eserchia coli yang terdapat di kolon untuk membusukkan sisa sisa makanan.

Dibagian kolon yang berbatasan dengan ileum terdapat bagian yang dinamakan otot sfingter(katup) ileosekum, ileosekum ini memiliki fungsi untuk menahan sisa makanan supaya tidak kembali lagi ke ileum. Sedangkan dibagian bawah kolon tepatnya dibagian rektum yang berbatasan dengan anus terdapat otot sfingter yang dinamakan otot sfingter houston. Otot ini memiliki fungsi untuk menahan feses agar tidak keluar melalu anus.

 

6. Anus

Anus merupakan saluran terakhir dari saluran pencernaan pada manusia. Aktifitas kontraksi pada rektum akan mengakibatkan feses akan terdorong ke bagian anus sehingga feses dapat dikeluarkan dari saluran pencernaan manusia.

Anus memiliki dua jenis otot yaitu otot polos dan otot lurik. Otot polos akan digunakan jika kita menahan buang air besar sehingga kita bisa menahan beberapa saat saat kita ingin buang air besar namun susah emndapatkan toilet. Namun apabila otot lurik ini sudah tidak bisa menahan maka otot polos akan bekerja dengan sendirinya untuk membuka anus sehingga feses akan keluar otomatis meskipun kita belum menginginkan untuk dikeluarkan.
Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2014/07/sistem-pencernaan-usus-halus-usus-besar.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2014/07/sistem-pencernaan-usus-halus-usus-besar.html
Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
3 Juli 2015 11.23 delete

terimakasih banyak penjelasannya, menambah pengetahuan..

Reply
avatar
7 Juli 2015 00.23 delete

oke.. sama2 mas....

Reply
avatar

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon