Ciri Ciri dan Klasifikasi Arthropoda

Arthropoda merupakan salah satu filum yang yang termasuk ke dalam invertebrata.  Arthropoda merupakan hewan invertebrata yang memiliki kaki dan tubuh yang beruas-ruas. secara umum anggota dari Arthropoda memiliki 3 bagian utama yaitu bagian kepala, dada dan perut.

Secara umum ciri-ciri arthropoda adalah sebagai berikut:
  1. Mempunyai rangka luar yang berasal dari zat kitin.
  2. Tubuhnya kaku dan juga sangat kuat.
  3. Hidup di beberapa tempat, mulai dari air tawar, laut dan juga darat.
  4. Memiliki alat pernafasan berupa paru-paru atau juga trakea.
  5. Beberapa diantaranya mengalami parthenogenesis.
  6. Memiliki sistem saraf tangga tali.
  7. Mempunyai alat ekskresi nefridium yang bekerja secara berpasangan.
laba-laba, salah satu hewan yang masuk ke dalam arthropoda
laba-laba, salah satu hewan yang masuk ke dalam arthropoda
Arthropoda memiliki rentang panjang dari sekitar 1 milimeter sampai 4 meter (sekitar 13 kaki). Memiliki tubuh tersegmentasi dengan ekoskeleton keras. Arthropoda juga memiliki pelengkap bersendi. Segmen tubuh adalah kepala, dada, dan perut. Dalam beberapa arthropoda, kepala dan dada bergabung bersama sebagai sebuah sepalothoraks.

Eksoskeleton arthropoda terdiri dari beberapa lapisan kutikula. Eksoskeleton mencegah kehilangan air dan memberikan dukungan dan perlindungan. Hal ini juga bertindak sebagai kekuatan penyeimbang untuk kontraksi otot. Eksoskeleton tidak tumbuh bersama hewan tumbuh. Oleh karena itu, harus dilepaskan dan diganti dengan yang baru secara berkala sepanjang kehidupan. Ini disebut molting.
Bagian-bagian arthropoda, kepala, dada, abdomen
Bagian-bagian arthropoda, kepala, dada, abdomen
Beberapa arthropoda memiliki struktur ekskretoris khusus. Mereka disebut kelenjar koksa dan tubulus Malphigi. Kelenjar koksa mengumpulkan dan mengkonsentrasikan limbah cair dari darah. Mereka mengeluarkan limbah dari tubuh melalui pori-pori. Tubulus Malphigian membawa limbah dari saluran pencernaan ke anus. Limbah tersebut dibuang melalui anus.

Reproduksi Arthropoda

Arthropoda memiliki siklus hidup dengan reproduksi seksual. Sebagian besar spesies melalui tahap larva setelah menetas. Larva sangat berbeda dengan yang dewasa. Mereka berubah menjadi bentuk dewasa dalam proses yang disebut metamorfosis.

Metamorfosis dapat terjadi dalam kepompong. Contoh akrab metamorfosis adalah transformasi ulat (larva) menjadi kupu-kupu (dewasa). Spesies arthropoda lainnya, sebaliknya, menetas muda yang terlihat seperti dewasa kecil. Spesies ini kurang baik tahap metamorfosis dan larva.
Evolusi Arthropoda

Klasifikasi Arthropoda

1. Crustacea

Crustacea  memiliki anggota kelompok seperti krill, udang, teritip, kepiting, lobster, dan udang karang. Tubuh krustasea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen).

Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan rahang bawah.

Bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk menyimpan telurnya.
struktur crustacea
struktur crustacea
Sistem pencernaan krustasea dimulai dari mulut, kerongkong, lambung, usus, dan anus. Sisa metabolisme akan diekskresikan melalui sel api.

Sistem saraf krustasea disebut sebagai sistem saraf tangga tali, dimana ganglion kepala (otak) terhubung dengan antena (indra peraba), mata (indra penglihatan), dan statosista (indra keseimbangan).

Hewan-hewan Crustacea bernapas dengan insang yang melekat pada anggota tubuhnya dan sistem peredaran darah yang dimilikinya adalah sistem peredaran darah terbuka. O2 masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan CO2 berdifusi dengan arah berlawanan. O2 ini akan diedarkan ke seluruh tumbuh tanpa melalui pembuluh darah.

Golongan hewan ini bersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan berlangsung di dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Untuk dapat menjadi dewasa, larva hewan akan mengalami pergantian kulit (ekdisis) berkali-kali.

 Secara umum dapat disimpulkan ciri-ciri dari Crustacea adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki dua pasang antena.
  2. Kepala menyatu dengan dada (sefalotoraks)
  3. Tubuh terdiri dari Cephalothorax dan abdomen.
  4. Memiliki eksoskeleton dari zat tanduk/kitin.
  5. Dapat mengalamai pelepasan kulit dari tubuhnya
  6. Tidak memiliki pembuluh darah kapiler.
  7. Sebagian respirasinya menggunakan insang.
  8. Pertukaran udara terjadi secara difusi.
Contoh: Penaeus sp. (udang windu), Cambarus virilis (udang air tawar), Portunus sexdentalus (kepiting), dan Neptunus pelagicus (rajungan).
Penaeus sp
Penaeus sp
Cambarus (Cambarus) bartonii cavatus
Cambarus (Cambarus) bartonii cavatus
Portunus pelagicus
Portunus pelagicus

2. Myriapoda

Myriapoda merupakan hewan yang memiliki kaki banyak yang memiliki ciri umum sebagai berikut:
  1. Tubuh terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen.
  2. Pada kepala terdapat sepasang mata, sepasang alat peraba besar, dan peraba kecil yang beruas-ruas.
  3. Tiap ruas pada tubuhnya terdapat sepasang atau dua pasang kaki.
  4. Sistem respirasinya menggunakan trakea.
  5. Tubuh berbentuk silindris, memanjang, terdiri dari cephalon (ruas-ruas kepala).
Myriapoda di bagi lagi menjadi dua yaitu Chilopoda (Scolopendra subspinipes (lipan)) dan Diplopoda (Julus teristris (luwing))

a. Subkelas Diplopoda

Subkelas Diplopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seribu (millipedes), karena memiliki jumlah kaki yang sangat banyak.

Ciri-ciri Subkelas Diplopoda antara lain :
  • Gerakannya sangat lambat dan jika ada getaran, tubuhnya akan melingkar membentuk spiral atau bola.
  • Pada kepalanya terdapat sepasang antena, dua pasang mata tunggal, dan alat mulut tanpa taring bisa.
  • Umumnya memiliki 30 pasang kaki atau lebih.
  • Tubuhnya bulat memanjang (silindir), beberapa segmen menyatu, pada setiap segmen terdapat 2 pasang kaki.
  • Hidupnya sebagai herbivora, banyak dijumpai di bawah serasah, bebatuan, atau di dalam tanah, dan selalu menghindar dari cahaya.
Contoh hewan Subkelas Diplopoda adalah Polyxenus sp., Sigmoria sp., dan luwing (Spirobolus sp.)
Polyxenus lagurus
Polyxenus lagurus
Sigmoria trimaculata
Sigmoria trimaculata

b. Subkelas Chilopoda

Subkelas Chilopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seratus (centipedes).

Ciri-ciri Subkelas Chilopoda antara lain :
  • Tubuhnya terdiri atas kepala (caput) dan badan (abdomen), berbentuk pipih dengan 15 pasang kaki atau lebih, dan beruas-ruas.
  • Tiap ruas badan terdapat satu pasang kaki.
  • Pada kepala terdapat 5 pasang antena yang panjang dan 2 pasang mata tunggal.
  • Mulut dilengkapi sepasang taring bisa, yaitu modifikasi alat gerak dari segmen tubuh yang pertama (kaki depan).

Contoh hewan dari Subkelas Chilopoda adalah kelabang atau lipan (Scolopendra sp.) dan Lithobius forficatus.
Scolopendra sp
Scolopendra sp
Lithobius forficatus
Lithobius forficatus

3. Arachnoidea

Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno = laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan laba-laba saja. Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang jumlahnya sekitar 32 spesies.

Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm.Arachnoidea merupakan hewan terestrial (darat) yang hidup secara bebas maupun parasit.Arachnoidea yang hidup bebas bersifat karnivora.

Pada Arachnida, abdomen tidak bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat), contoh hewan ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa amenata), laba-laba kemlandingan (Nephila maculata).Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina sp.).
Pada laba-laba tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian posterior. Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput (kepala) dan bagian toraks (dada). Pada sefalotoraks terdapat sepasang kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit), dan enam pasang kaki untuk berjalan. Kalisera dan pedipalpus merupakan alat tambahan pada mulut.

Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan metasoma. Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas.

Didalam spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen.Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik.Protein elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan untuk menjebak mangsa.
Struktur tubuh Arachnida
Struktur tubuh Arachnida
Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau trakea.Paru-paru buku adalah organ respirasi berlapis banyak seperti buku dan terletak pada bagian abdomen. Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula ( tunggal = tubulus ) Malpighi.

Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan buntu dan organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus. Selain Tubula Malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan kelenjar koksal.Kelenjar koksal merupakan kelenjar ekskretori buntu yang bermuara pada daerah koksa (segmen pada kaki insecta).

Ciri-ciri umum dari Aracnida adalah:
a. Tubuh terdiri dari Andomen dan sefalotoraks.
b. Memiliki enam pasan anggota gerak.
c. Hidup di darat maupun di dalam air.
d. Jumlah matanya bervariasi
e. Bernafas dengan paru-paru buku atau trakea atau dengan keduanya

a. Ordo Scorpionida

Ciri morfologi: Tubuh terdiri dari cepalotoraks dan abdomen (bersegmen-segmen),preabdomen, dan post abdomen. Cepalotoraks tertutup karapas. Memiliki umbai-umbai berbentuk cakar yang berfungsi untuk menangkap mangsa(celicera) dan cakar berbentuk penjepit (Pedipalpus).

Mempunyai 4 pasang kaki tanpa antenaterletak pada cepalotoraks, 2-12 mata oceli. Abdomen bersegmen 12, yang 7 segmen disebut mesosoma besar, dan 5 segmen terminal disebut metasoma. Pemanjangan pada ujung abdomen berbentuk ekor sebagai alat sengat (Telson) mengandung kelenjar toksin. Alat napas berupa 4 pasang paru-paru buku, terletak sebelah ventral segmen III dan XV. Bersifat vivipar dan merupakan binatang karnifora.

Contoh spesies: Scorpion sp
Opistophthalmus sp
Opistophthalmus sp

b. Ordo Aranea/arachnida

Tubuh terdiri dari cephalotoraks dan abdomen tidak bersegmen yang dihubungkan bagian sempit yang disebut pedicel. Mata sederhana terletak dekat ujung caput,umumnya terdiri atas 8 ocelli.
Diatas bagian mulut terdapat Celicera (Umbai-umbai berbentuk cakar yang digunakan untuk menangkap mangsa)

Contoh spesies:
1. Lactrodectus mactans (Black Widow Spider)
2. Lycosa tarantula 
 
Lactrodectus mactans
Lactrodectus mactans

Lycosa tarantula
Lycosa tarantula

c. Ordo Acarina (Sengkenit dan Tungau)

Kebanyakan anggota ordo acarina bertubuh bula atau oval, pipih, dorsoventral, caput,torax, dan abdomen bersatu, tanpa segmen.

Ordo acarina terbagi menjadi 2 kelompok yaitu:
1. Sengkenit (Caplak)
Ciri-ciri: Ukuran makroskopis, Bentuk tubuh Bulat/oval, dorsoventral, hipostoma ada, Gambaran badan caput, torax, dan abdomen bersatu tanpa segmen, pedipalpi ada, chelicerae mudah dilihat.

2. Tungau (Mites)
Ciri: Ukuran : mikroskopis, tubuh :oval bagian dorsal cembung,tidak ada hiptostoma,-,pedipalpi 3 segmen,celiceralia tersembunyi.
Contoh: Pyemote ventricosus
Pyemote ventricosus
Pyemote ventricosus

4. Insecta

Ciri-ciri:
1. Tubuh tersusun atas kepala, dada, dan perut.
2. Mulut bertipe penggigit, penghisap dan penelan.
3. Memiliki 3 pasang kaki.
4. Sebagian besar hidup di darat.


Baca juga materi terkait lainnya mengenai invertebrata

Posting Komentar untuk "Ciri Ciri dan Klasifikasi Arthropoda"