Sistem Integumen Pada Amfibi, Reptil, Aves dan Manusia

Sistem integumen amfibi

Amfibi bernapas dengan kulitnya yang lembut dan bersih, tanpa bulu, tanpa Sisik. Kulit tersusun atas, epidermis, dan dermis yang terbagi atas jaringan lain. Pada epidermis sebelah bawah merupakan lapisan sel germ yang selalu menghasilkan lapisan jangat yang setiap waktu bisa terkelupas. Tiap bulan selama musim hujan di bawah lapisan jagat dibentuk lapisan jangat baru, swaktu lapisan jangat yang lama terkelupas telah ada penggantinya.

Sistem Integumen Pada Amfibi, Reptil, Aves dan Manusia
Sistem Integumen Pada Amfibi, Reptil, Aves dan Manusia
Biasanya kulit jangat yang terlepas ditelan kembali. Pada dermis terdapat jaringat ikat, di sebelah luar jaringan tersebut terdapat jaringan seperti karet busa yang mengandung banyak kelenjar dan pigmen. Bagian sebelah dalam dari dermis terdapat jaringat-jaringan padat berupa jaringan ikat selanjutnya disebalh bawah jaringan dermis terdapat saraf dan pembuluh darah.

Sistem Integumen Reptil

Tubuh reptil umumnya tertutupi oleh sisik-sisik yang beraneka bentuk,terkecuali anggota suku Amphisbaenidae yang tak bersisik. Sisik-sisik itu dapat berukuran amat halus, seperti halnya sisik-sisik yang menutupi tubuh cecak, ataupun berukuran besar seperti yang dapat kita amati pada tempurung kura-kura.

Sisik-sisik itu berupa modifikasi lapisan kulit luar (epidermis) yang mengeras oleh zat tanduk, dan terkadang dilengkapi dengan pelat-pelat tulang di lapisan bawahnya, yang dikenal sebagai osteoderm.Beberapa bentuk sisik yang umum pada reptil adalah: sikloid(cenderung datar membundar), granular (berbingkul-bingkul), dan berlunas (memilikigigir memanjang di tengahnya, seperti lunas perahu).

Perbedaan bentuk dan komposisi sisik-sisik ini pada berbagai bagian tubuh reptil biasa digunakan untuk mengidentif ikasispesies hewan tersebut.Integument pada reptilia umumnya juga tidak mengandungkelenjar keringat.Lapisan terluar dari integument yang menanduk tidak mengandungsel-sel saraf dan pembuluh darah. Bagian ini mati, dan lama-lama akan mengelupas.

Permukaan lapisan epidermal mengalami keratinisasi. Lapisan ini akan ikut hilangapabila hewan berganti kulit. Pada Calotes (bunglon) integument mengalami modif ikasiwarna. Perubahan warna ini dikarenakan adanya granulea pigment dalam dermis yangterkumpul atau menyebar karena pengaruh yang bermacam - macam. Pada calotes(bunglon) perubahan ini relatif cepat, karena selalu dibawah kontrol system.

Sistem Integumen Aves

Tubuh dibungkus oleh kulit yang seolah-olah tak melekat pada otot. Dari kulit akan muncul bulu, yang merupakan hasil pertumbuhan epidermis menjadi bentuk ringan, fleksibel, dan sebagai pembungkus tubuh sangat resisten. Pertumbuhan serupa pada sisik reptilia. Pada mulanya bulu sebagai papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis.

Dasar kuncup bulu itu melekuk kedalam pada tepinya sehingga terbentuk foliculus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang sangat halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu.

Sentral kuncup bulu itu mempunyai bagian epidermis yang lunak yang mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dalam proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya.

Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi tiga macam yakni :

  • Filoplumae, sebagai rambut yang diujungnya bercabang-cabang pendek halus (hair feather);
  • Plumulae, berbentuk hampir sebagai filoplumae dengan perbedaan detail (down feathers);
  •  Plumae, merupakan bulu yang sempurna (contour feather).

Menurut letaknya bulu digolongkan menjadi :

  • Tectrices, yang menutupi badan.
  •  Reetrices, yang berpangkal pada ekor, vexillumnya simetris karena berfungsi sebagai komudi.
  •  Remiges, yang terdapat pada sayap dan dibagi atas :
    • Remiges primariae yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacapalia.
    •  Remiges secundariae yang melekatya secara cubital pada radiol ulna.
  • Parapterum, yang menutupi daerah bahu.
  • Ala spuria, sebagai bulu kecil yang menempel pada poluk (ibu jari).

Sistem Integumen Pada Mamalia

Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Mamalia memliki integumen yang terdiri dari tiga lapisan: paling luar adalah epidermis, yang tengah adalah dermis, dan paling dalam adalah hipodermis.
Sistem Integumen Pada Amfibi, Reptil, Aves dan Manusia
Sistem Integumen Pada Amfibi, Reptil, Aves dan Manusia

Epidermis

Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan vaskuler. Tersusun atas epitelium berlapis dan terdiri dari atas sejumlah lapisan sel yang disusun atas dua lapis yang jelas tampak, yaitu selapis lapisan tanduk dan selapis zona germinalis, epidermis tidak berisi pembuluh darah, saluran kelenjar keringat menembus epidermis dan mendampingi rambut. Sel epidermis membatasi folikel rambut, dan di atas epidermis terdapat garis lekukan yang berjalan sesuai dengan papil dermis di bawahnya.

Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam):

  1. Stratum Komeum, terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti.
  2. Stratum Lusidum, lapisan ini berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan, tidak tampak pada kulit tipis.
  3. Stratum Granulosum lapisan ini ditandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya di tengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin.
  4. Stratum Spinosum, pada lapisan ini terdapat berkas-berkas filamen yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan malfigi, dan juga terdapat sel langerhans.
  5. Stratum Germinativum, pada lapisan ini terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Lapisan stratum germinativum ini merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit

Dermis

Pada lapisan dermis terdapat pembuluh darah, pembuluh limfe, folikel rambut, kelenjar keringat, syaraf dan sel fibroblast. Fibroblast ini berfungsi menghasilkan kollagen, yang sangat penting peranannya terhadap kekenyalan dan elastisitas kulit. Selain itu pada lapisan ini juga terdapat reseptor yang berfungsi untuk merasakan sensasi raba dan nyeri.

Hipodermis

Merupakan bagian terdalam dari kulit, yang terdiri dari banyak sel lemak sehingga berfungsi sebagai bantalan terhadap cedera dan membantu dalam mempertahankan panas tubuh.


Baca juga

Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/sistem-integumen-pada-amfibi-reptil.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/sistem-integumen-pada-amfibi-reptil.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon