Cara Mengatasi Anak Didik Yang Susah diatur dan Melakukan Pelanggaran di Sekolah

Baru-baru ini banyak sekali kasus yang muncul dipermukaan mengenai Guru yang di masukkan ke penjara gara-gara hal sepele yang dilakukan kepada anak didiknya. Seperti kasus yang terbaru yaitu Ibu Nurmayani yang dipidanakan dan di jebloskan ke penjara oleh orangtua murid hanya karena Bu Nurmayani mencubit anak didiknya karena kesalahan anak didiknya
Guru biologi tersebut mencubit muridnya lantaran saat hendak melaksanakan shalat Dhuha di Mushallah sekolah, dua orang murid main siram-siram air sisapel dan mengenai ibu guru Maya.
Apa yang dilakukan oleh Bu Nurmayanti menurut saya adalah tindakan yang benar namun kurang tepat karena memang kedua anak tersebut melakukan kesalahan, seberapa parah si ketika anak di cubit, paling-paling kebiruan yang akan hilang dalam beberapa hari saja. Namun dari segi hukum apa yang dilakukan bu Nurmayani bisa dipidanakan karena dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan terhadap anak.

Cara Mengatasi Anak Didik Yang Susah di Atur
Cara Mengatasi Anak Didik Yang Susah di Atur
Banyak sekali yang komentar yang beredar di internet mengenai sekolah jaman dulu dan jaman sekarang seperti yang terdapat pada link facebook berikut ini https://www.facebook.com/hallosamarinda/photos/a.1021695327875176.1073741830.909837765727600/1177093342335373/?type=3

sala satunya berkomentar " SD: Saya di pukul rotan di betis, di pukul tangan pakai penggaris kayu raksasa karena kuku panjang. Aku ngaduh sama mamak, ehh malah di bilang "bandal kau rupa'nya di sekolah kurang ajar" di pukul lagi pantat ku dan di tarik jambang'ku sama mamak."


Banyak kasus lainnya yang terjadi yang sampai guru diadukan oleh orangtua murid karena dianggap melakukan kekerasan terhadap anak. 

Lalu bagaimanakan cara terbaik agar kasus seperti ini tidak terulang kembali?

Permasalah di semua sekolah memang cukup kompleks terutama terkait dengan kenakalan remaja, kenakalan remaja ini bisa disebabkan oleh banyak faktor terutama dari lingkungan sekitar baik di sekolah, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan keluarga. Semua itu memiliki potensi membentuk karakter anak yang tidak mau menurut, malas belajar, suka membangkang, dll

Namun hampir semua permasalahan yang timbul diserahkan semuanya ke sekolah jika anaknya bandel, nilai jelek, merokok, dll dimana orangtua siswa tidak mau tahu, yang mereka tahu adalah semua kejelekan anak tersebut gara-gara di sekolah, pada intinya orang tua siswa tidak mau tahu.

Hal inilah yang dapat menyebabkan semakin bobroknya mental dan perilaku anak, karena orangtuanya melepaskan begitu saja tanggung jawab anaknynya ke sekolah, padahal justru orangtuanya lah yang harus mampu membentuk karakter dan sikap anaknya sendiri, sekolah hanya membantu dalam membentuk kepribadian dan nilai anak didiknya karena sebetulnya tatap muka yang paling banyak justru dilingkungan keluarga.

Banyak kasus yang terjadi dimana pihak sekolah dipidanakan, biasanya yang paling sering adalah guru BK karena bertindak terlalu kasar kepada anak didiknya ketika melakukan konseling kepada anak yang membandel misalnya berkelahi, merokok, dll. 

Untuk mengatasi hal tersebut hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan sistem poin bagi siswa yang melakukan pelanggaran, sehingga kontak fisik dengan siswa seperti mencubit, memotong rambut siswa, memukul, dll tidak terjadi. Tentukan jumlah poin maksimal sehingga apabila melanggar lagi bisa dikeluarkan dari sekolah.


Lalu bagimanakah tingkatan-tingkatan pemberian sanksi yang berupa poin tersebut?

Poin-poin tersebut direkap oleh sekolah melalui guru BK jika sudah pada sampai poin tertentu bisa di berikan teguran lisan, jika masih mengulanginya kembali bisa dilakukan pemanggilan orangtua siswa ke sekolah untuk membicarakan permasalahan yang dilakukan oleh siswa tersebut.

Pada tahap inilah tahap yang paling penting dimana akan lebih efektif jika siswa dan orangtua siswa tersebut harus menandatangani surat pernyataan bahwa anaknya tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahanny lagi, jika masih mengulangi maka siswa akan dikeluarkan dari sekolah. tentunya untuk memperkuat surat pernyataan tersebut harus diberi materai 6000. sehingga kekuatan hukumnya sangat kuat dan mengikat.

Jika sudah seperti ini, jika kedepan irangtua siswa menuntut atau mempermasalahkan karena siswa dikeluarkan maka dengan surat pernyataan tersebut bisa digunakan jika ada permsalahan kedepannya. 

Banyak yang mengatakan tugas sekolah adalah mendidik agar siswanya menjadi lebih baik dan tidak perlu untuk mengeluarkan siswa yang bermasalah. Memang ada benarnya juga pernyataan tersebut. Tetapi Guru juga memiliki keterbatasan dalam mendidik siswanya. 
Jika sudah diperingatkan berkali-kali tapi siswa tersebut juga tetap melakukan kesalahan-kesalahan yang terus diulang-ulang apakah hal ini tetap dibiarkan juga? 

Jawaban atas pertanyaan diatas  bisa kita diskusikan dikolom komentar
Catatatn Admin www.biologiedukasi.com, hanya sebuah opini pribadi



Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/cara-mengatasi-anak-didik-yang-susah-di.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/cara-mengatasi-anak-didik-yang-susah-di.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon