Klasifikasi Gagak Hutan (Convus enca)

Share:

Klasifikasi Ilmiah Gagak Hutan (Convus enca)

Kerajaan   : Animalia
Filum        : Chordata
Kelas        : Aves
Ordo         : Passeriformes
Famili       : Corvidae
Genus       : Convus
Spesies     : C. enca

Gagak, burung bertengger yang lazimnya berwarna gelap, dan temasuk kedalam family Corvidae. Yang mencakup 100 spesies.
Gagak memiliki tingkat perkembangbiakan paling tinggi di antara keseluruhan kelas aves. Dalam hal intelegasi burung gagak termasuk burung paling maju. Gagak dapat tersebar luas , karena mempunai kemampuan beradaptasi yang baik sehingga dapat hidup dalam lingkup habitat yang beraneka ragam.
Gagak Hutan (Convus enca)
Gagak Hutan (Convus enca)

Habitat dan tingkah laku Gagak Hutan (Convus enca)

Family ini biasanya terdapat di daerah beriklim sedang. Kebanyakan spesies gagak adalah omnivora (pemakan segala), dari sinilah burung gagak disebut dengan burung setengah burung pemangsa.

Sebagian besar spesies gagak mengeram dalam lingkup koloni, tetapi ada beberapa , misalnya gagak hitam (c.corone) hanya hidup berkawan di luar musim mengeram saja. Hidup berpasangan atau kadang-kadang dalam kelompok kecil.


Mudah dijumpai di pinggiran hutan, terutama di sepanjang pesisir, jarang sampai ketinggian 1000 mdpl. Makanan utamanya buah-buahan, juga memakan inverteberaata dan kadal kecil. Sarang berupa bantalan tebal dan besar tersusun dari ranting pohon pada pohon yang tinggi dan besar.

Perkembangbiakan Gagak Hutan (Convus enca)

Burung gagak adalah termasuk burung sejati karena hanya kawin untuk selama hidup aja. Sarang yang mereka buat sangat besar, dibuat dari cabang yang kokoh, ditempatkan di pohon atau semak, di batu karang atau bangunan gedung. Jumlah telur yang dihasilkan mencapai 2 – 0 butir, dan memiliki warna krem, biru dengan rona – rona gelap. Masa pengeraman berlangsung 2 - 3 minggu. Di kalimantan tercatat sedang mengerami telur pada bulan Juni dan Juli.
Gagak Hutan (Convus enca)
Gagak Hutan (Convus enca)
Kecerdasan burung gagak (intelegasi) telah di ungkapkan oleh Otto Koehler dengan menggunakan gagak besar. Burung ini ternyata dapat dilatih untuk membuka tutup sederet kotak karton, sampai menemukan beberapa potong makanan yang sebelumnya telah ditempatkan di dalam kotak dan di sebar dengan asal – asalan saja, dan tidak membuka kotak kardus lagi setelah menemukan makanannya. Dan dari sinilah dapat dibuktikan bahwa gagak memiliki kemampuan untuk mengingat – ingat sejumlah hal yang disuguhkan secara beruntun padanya.

Penyebaran Gagak Hutan (Convus enca)


  • Semenanjung Malaysia, Sunda Besar, Filipina.
  • Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku.
  • Gagak besar terdapat di seluruh daerah Arktik.
  • Gagak pohon (C. frugilegus) terdapat di eropa, afrika, dan asia.

Mitos burung gagak :

Di Indonesia apabila ada seekor burung gagak yang mengitari atau berhenti di atap rumah, berarti akan ada yang meninggal. Dari mitos ini ternyata dp di simpulkan bahwa burung gagak mempunyai kemampuan untuk mendeteksi seseorang yang sebentar lagi akn meninggal. Namun di luar negri burung gagak adalah hewan pembawa keberuntungan.

Tidak ada komentar

Mohon untuk tidak meninggalkan live link