Perbedan Skripsi, Tesis, dan Disertasi

ilustrasi
ilustrasi

Secara umum kerangka dasar dari skripsi, tesis, dan disertasi adalah sama yang terdiri dari pendahuluan, dasar teori, metode, hasil dan pembahasan, dan kesimpulan. Pada perkuliahan ini saya mendapatkan banyak ilmu yang berkaitan dengan perbedaan antara skripsi, tesis dan disertasi.


Skripsi merupakan karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa pada tingakatan Strata satu yang biasanya digunakan sebagai syarat akhir seorang mahasiswa SI supaya bisa lulus dalam jenjang ini yang nantinya mendapatkan gelar sarjana. Tesis juga dibuat oleh mahasiswa dengan jenjang yang lebih tinggi yaitu Strata dua yang digunakan untuk mendapatkan gelar master. Dan disertasi dibuat oleh mahasiswa Strata tiga yang digunakan untuk mendapatkan gelar doktor.

Persamaan dari ketiga karya ilmiah ini adalah sama-sama dibuat oleh mahasiswa yang memiliki tingkat studi yang berbeda-beda. Meskipun sama-sama jenis karya ilmiah namun skripsi, tesis, dan disertasi memiliki perbedaan yang sangat signifikan terlepas dari firmat penulisan karya ilmiah ini. Perbedaannya adalah terletak pada tingkat kedalaman penelitian yang dibuat, skripsi memiliki tingkat kedalaman yang paling rendah, diikuti oleh tesis dan yang memiliki kedalaman paling tinggi adalah disertasi.

Penelitian di dalam skripsi cenderung lebih rendah karena pada tingkatan ini sebenarnya mahasiswa masih berlatih dalam pengambilan data, dan penulisan artikel ilmiah yang baik. Kedalaman di dalam penelitin skripsi hanya sebatas untuk membuktikan sebuah teori benar atau salah, sehingga memiliki tingkat kedalaman yang rendah. Tesis memiliki tingkatan ke dalaman yang lebih tinggi disbanding skripsi, hal ini dikarenakan pada tesis, mahasiswa harus bisa membuat karya ilmiah yang berbobot disbanding skripsi.

Hal ini biasanya ditandai dengan tidak hanya dibuat untuk membuktikan teori saja, tetapi sudah mencapai pada analisis tingkatan mengapa teori itu benar atau salah. Tingkatan paling tinggi adalah disertasi, pada disertasi mahasiswa harus bisa menganalisis apa, mengapa dan bagaimana sebuah teori dikembangkan, bahkan tidak jarang pada tingkatan ini mahasiswa harus bisa menemukan sesuatu yang baru dari bidang yang ditelitinya baik menemukan teori, konsep, atau penemuan-penemuan baru yang belum ditemukan sebelumnya.

Refleksi perkuliahan karya ilmiah 21 september 2015

Posting Komentar untuk "Perbedan Skripsi, Tesis, dan Disertasi"