Penjelasan Golden Ratio Pada Manusia

The Golden Ratio In Human Body
Semua yang diciptakan oleh SANG PENCIPTA merupakan sebuah penciptaan yang sangat luar biasa dengan segala keajaibannya,lihat saja manusia bagaimana ia diberi akal dan pikiran, mekanisme bernafas, mekanisme berjalan yang tanpa cacat, proses melihat, dll yang merupakan sebuah anugerah yang tak ternilai harganya bagi kita semua.
Sebuah penciptaan manusia ini yang tanpa cacat iniliha yang harus kita sukuri. Selain kesempurnaan diatas, sebuah fenomena menarik ada di tubuh kita yang ternyata diciptakan dengan sebuah nilai estetika yang sangat luar biasa, sebuah penciptaan yang memiliki sebuah keteraturan yang selalu konstan, iniliha yang dinamakan dengan THE GOLDEN RATIO(rasio emas) dimana bagian-bagian tubuh manusia memiliki sebuah perbandingan yang apabila dibagi akan menghasilkan angka 1,618.

Angka inilah yang dinamakan dengan the golden ratio sebuah angka yang dinamakan dengan angka fibonaci. Ini dia sebuah deret fibonaci

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, …

Jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut. Angka ini dikenal sebagai "golden ratio" atau "rasio emas".

233/144= 1,618
377/233=1,618
1597/987=1,618

Yang menjadi sebuah pertanyan besar adalah, apakan angka ini juga ada di tubuh manusia? Ya, jawabannya ada. Tidak hanya pada tubuh manusia golden ratio ini ada, ternyata hampir semua bagian alam ini diciptakan dengan fenomena ini. Kali ini yang akan dijelaskan adalah the golden ratio pada tubuh manusia
  1. Contoh pertama dari rasio emas pada tubuh manusia rata-rata adalah jika antara pusar dan telapak kaki dianggap berjarak 1 unit, maka tinggi seorang manusia setara dengan 1,618 unit. Beberapa rasio emas lain pada tubuh manusia rata-rata adalah:
  2. Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku
  3. Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala,
  4. Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala,
  5. Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.
Tangan Manusia
Angkatlah tangan Anda dari mouse komputer dan lihatlah bentuk jari telunjuk Anda. Dalam segala kemungkinan akan Anda saksikan rasio emas padanya.

Jari-jemari kita memiliki tiga ruas. Perbandingan ukuran panjang dari dua ruas pertama terhadap ukuran panjang keseluruhan jari tersebut menghasilkan angka rasio emas (kecuali ibu jari). Anda juga dapat melihat bahwa perbandingan ukuran panjang jari tengah terhadap jari kelingking merupakan rasio emas pula

Manusia memiliki 2 buah tangan, setiap Jari pada tangan manusia memiliki ruas sebanyak 3 buah ruas, dan pada jari tangan manusia yang memiliki ruas sebanyak 3 per jari hanya ada 8 jari(2 jari jempol hanya memiliki 2 ruas, maka tidak diikutkan) maka akan di dapatkan deret fibonaci yaitu 2, 3, 5, 8.

Rasio Emas pada Wajah Manusia
Terdapat beberapa rasio emas pada wajah manusia. Akan tetapi Anda tidak dianjurkan mengambil penggaris dan berusaha mengukur wajah-wajah orang, sebab hal ini merujuk pada "wajah manusia ideal" yang ditetapkan oleh para ilmuwan dan seniman.

Misalnya, jumlah lebar dua gigi depan pada rahang atas dibagi dengan tingginya menghasilkan rasio emas. Lebar gigi pertama dari tengah dibandingkan gigi kedua juga menghasilkan rasio emas. Semua ini adalah perbandingan ukuran ideal yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang dokter. Sejumlah rasio emas lain pada wajah manusia adalah:

Panjang wajah / lebar wajah,
Jarak antara bibir dan titik di mana kedua alis mata bertemu / panjang hidung,
Panjang wajah / jarak antara ujung rahang dan titik di mana kedua alis mata bertemu,
Panjang mulut / lebar hidung,
Lebar hidung / jarak antara kedua lubang hidung,
Jarak antara kedua pupil / jarak antara kedua alis mata.

Rasio Emas pada Paru-Paru
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan antara tahun 1985 dan 1987 fisikawan Amerika B. J. West dan Dr. A. L. Goldberger menemukan keberadaan rasio emas pada struktur paru-paru. Salah satu ciri jaringan bronkia yang menyusun paru-paru adalah susunannya yang asimetris. Misalnya, pipa saluran udara yang bercabang membentuk dua bronkia utama, satu panjang (bronkia kiri) dan yang kedua pendek (bronkia kanan). Percabangan asimetris ini terus berlanjut ke percabangan-percabangan bronkia selanjutnya. Telah dipastikan bahwa pada seluruh percabangan ini perbandingan antara bronkia pendek terhadap bronkia panjang selalu bernilai 1/1,618.



-----------------------------

5 komentar untuk "Penjelasan Golden Ratio Pada Manusia"

Mohon untuk tidak meninggalkan live link