Mengenal Lebih Dekat Sistem Pencernaan Pada Pisces

Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris) yang termasuk zona ingresif. Di dalam rongga mulut ikan terdapat gigi – gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan, serta banyak mengandung lendir tetapi tidak menghasilkan ludah.

Glandula Mukosa atau kelenjar lendir berfungsi untuk mempermudah jalannya makanan. Peninggian dasar mulut pun terjadi, yaitu diantara mandibularis dan arcus hyoideus, dilengkapi selaput lendir, disokong rangka hyobranchial tidak dapat bergerak / gerak terbatas, tanpa kelenjar. Terdapat organ pengecap yang sering menyelimuti lidah yang berfunsi sebagai penyeleksi makanan. Pada rongga mulut

pisces juga terdapat organ palatin yang terletak pada langit-langit bagian belakang, dan merupakan penebalan dari lapisan mukosa. Langit – langit (palatum) tidak ada hubungannya
dengan rongga mulut dan rongga hidung. Organ ini terdiri dari lapisan otot dan serat kolagen
dan berfungsi sebagai proses penelanan makanan dan membantu membuang kelebihan air pada makanan yang dimakan Setelah melalui mulut makanan menuju ke esophagus (Zona Progresif) melalui faring. Dalam ikan.

Rongga mulut meneruskan diri menjadi faring dengan beberapa pasang insang sebagai jalan masuk makanan dan air. Faring yang terdapat di daerah sekitar insang ini berbentuk kerucut dan pendek. Pada faring ini berfungsi sebagai penyaring makanan. Tetapi pada faring kadang kala masih ditemukan organ pengecap, jika ada meterial yang bukan makanan maka material tersebut akan dibuang melalui celah insang Dari esophagus (kerongkongan) makanan di dorong masuk ke lambung.

Pada ikan, esopagusnya pendek sekali dan batas dengan ventrikulsnya tidak jelas. Terdapat di sebelah dorsal trachea, dinding ototnya tersusun oleh otot polos tetapi dibagian anteriornya serabut otot polos perlahan berubah menjadi otot rangka, kemudian makanan menuju lambung (ventricilus). Lambung pada ikan mempunyai dua fungsi, selain sebagai penampung makanan, lambung juga sebagai pencerna makanan.


Pada ikan yang tidak berlambung, fungsi penampung makanan digantikan oleh usus depan yang dimodifikasi menjadi kantung yang membesar atau sering disebut lambung palsu. Seluruh Permukaan lambung ditutupi oleh sel mucus yang mengandung mukopolisakarida yang agak asam dan berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari kerja asam klorida. Pada lambung juga mempunyai sel-sel penghasil cairan gastric yang terletak dibagian bawah dari lapisan epithelium yang berfungsi untuk mensekresikan peptin dan asam klorida.

Proses pencernaan di lambung dilakukan ada yang kimiawi dan ada pula pencernaan secara mekanik juga dilkukan di lambung. Pada ikan hebivora contohnya ikan ini menggerus makanan pada lambung, lambung tersebut sering disebut gizard atau lambung khusus. Lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Bentuknya bervariasi, ada yang berbentuk lurus, atau huruf J. Pylorus jauh lebih kecil dari pada cardianya.

Didalam lambung ini akan terjadi proses pencernaan protein, lemak, dan karbohidrat. Pencernaan protein di lambung akan Mengalamim denaturasi ole kerja HCl dan dihidrolisis oleh enzim pepsin, sehingga protein menjadi peptid. Pencernaan protein, lemak dan karbohidrat di lambung merupakan tahap awal, tetapi secara intensif dilakukan di usus.

Mengenal Lebih Dekat Sistem Pencernaan Pada Pisces
Mengenal Lebih Dekat Sistem Pencernaan Pada Pisces
Sedangkan pada ikan yang tidak mempunyai lambung, pencernaan protein dilakukan pad usu depan oleh enzim protease Dari lambung (Zona Progresif), makanan masuk ke usus (Zona Degresif) yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus (Zona Egresif). Bagian ini merupakan segmen terpanjang dari saluran pencernaan atau tractus digesti. Pada bagian depan usus ini ada yang terdapat dua saluran dan ada yang satu saluran. Dua saluran tersebut yaitu saluran yang berasal dari kantong empedu (ductus choledochus) dan saluran yang berasal dari pancreas.

Sedangkan yang hanya mempunyai satu saluran pada depan lambung ini, karena pancreas pada ikan tertentu tersebut menyebar pada organ hati. Jadi hanya terdapat satu saluran yaitu ductus choledochus. Lapisan mukosa usus tersusun oleh selapis sel epithelium dengan bentuk prismatic. Pada lapisan ini terdapat tonjolan-tonjolan atau prisma atau villi yang membentuk seperti sarang tawon pada usus bagian depan dan akan lebih beraturan pad usus bagian belakang. Bentuk sel yang umum ditemukan di epithelium usus adalah sel enterosit dan sel mukosit.

Sel enterosit merupakan sel yang permukaan atasnya mengarah ke rongga usus. sel ini adalah sel yang paling dominan, yang jumlahnya akan semakin meningkat kearah bagian belakang usus. Sel enterosit memiliki tonjolan kecil atau mikrovilli kecil yang berperan dalam penyerapan makanan. Sel mukosit atau sering disebut sel penghsil lender. Merupakan sel yang berbentuk seperti piala, pada permukaan sel ini juga terdapat mikrovilli.

Lendir ini berfungsi sebagai pelumas dan pelindung dinding usus. Perbedaan intestinum pada ikan tiap jenis ikan terletak pad bentuknya. Ikan jenis herbivore memiliki usus yang menggulung dan panjang. Sedangkan untuk ikan omnivore memiliki usus yang hampir sama dengan herbivora tetapi lebih pendek. Sedangkan untuk ikan karnivora memiliki usus pendek dan tidak menggulung Glandula digesti pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hepar (hati) merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan.

Haepar terdiri atas 2 lobus, fungsi hati adalah untuk menghasilkan empedu yang akan disimpan dikantung empedu untuk pencernaan lemak. Hepar adalah organ penting yang mensekresikan bahan untuk proses pencernaan. Organ ini berwarna merah kecoklatan yang tersusun oleh sel-sel hati atau hepatosit. Organ ini terletak dibagian depan rongga badan dan mengelilingi usus. Hepar pada
ikan terdiri dari 3 lobus, yaitu lobus dorsal, lobus dexter dan lobus sinister.

Pada sel-sel lemak atau hepatosit akan membentuk asam empedu yaitu asam yang berasal dari kolesterol, yakni asam kholik, asam khenodesoksikholik, asam desoksikholik. Selanjutnya nanti akan terbentuk garam empedu. Dan Garam empedu ini yang berperan melarutkan lemak dalam air. Vesica felea (Kantung empedu) berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak di sebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung.

Fungsi vesica felea adalah menyimpan empedu dan mengalirkannya ke usus apabila diperlukan, . jika kekurangan cairan empedu dapat menurunkan kecernaan lemak dan kekurangan vitamin-vitamin yang hanya larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, K. Pankreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim – enzim pencernaan dan hormon insulin.

Pankreas terletak berdekatan dengan usus depan dan lambung. Saluran pankreati ini bermuara pada usus depan. Warnanya kekuning-kuningan. Pada pancreas ini mempunyai dua tipe sel, yang pertama adalah sel eksokrin yang berfungsi untuk mensistesis enzim. Hasil utama pancreas eksokrin adalah enzim-enzim pencernaan, seperti protease, amylase, khitinase, dan lipase.Sel yang kedua adalah sel endokrin yang berfungsi untuk mensistesis hormon.

Baca Juga
  1. Organ-Organ Saluran Sistem Pencernaan dan Fungsinya
  2. Fungsi Umum Sistem Pencernaan Makanan
  3. Mengenal Lebih Dekat Sistem Digesti Pada Mamalia Ruminansia
  4. Mengenal Lebih Dekat Sistem Digesti Pada Aves
  5. Mengenal Lebih Dekat Sistem Digesti Pada Amfibi
  6. Mengenal Lebih Dekat Sistem Pencernaan Pada Pisces
  7. Pembagian Zona Sistem Pencernaan dan Kelenjar Pencernaan
  8. Saluran Digesti Pada Sistem Pencernaan Manusia
Campbell, N.A., Reece, J. B., Mitchell, L. G. 2002. Biologi , edisi Kelima, Jilid 3,
Jakarta: Erlangga.

Djuhanda, Tatang.1984.Analisa Struktur Vertebrata Jilid 2. Bandung : Armico.

Handari Suntoro, Susilo dkk. 1993. Materi pokok anatomi dan Fisiologi Hewan .Jakarta: Universitas Terbuka, Depdikbud.

Nugroho, G. 2014. Sistem Pencernaan Hewan. http://staff.unila.ac.id/. Diakses pada 25 Maret 2015. 15.50 WIB.

Nurcahyo, Heru. 2005. Sistem Pencernaan Makanan (digesti). http:// staff.uny.ac.id/. Diakses pada 25 Maret 2015 Pukul 16.00 WIB

Tim Dosen UNNES. Struktur Tubuh Hewan. Semarang: UNNES Press.

Yuwono, Edi. 2001. Fisiologi Hewan Air. Jakarta: Sagung Seto

Ville. 1988. Zoology umum Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2016/07/mengenal-lebih-dekat-sistem-pencernaan.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2016/07/mengenal-lebih-dekat-sistem-pencernaan.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon