Cara Membuat Rancangan Penelitian Yang Baik dan benar

A. Rancangan penelitian

1. Pengertian

Penelitian merupakan usaha sistematis yang sengaja dibuat dan diatur oleh seorang peneliti untuk memperoleh petunjuk yang valid dan reliabel(terpercaya). Sebelum dilakukan penelitian maka perlu membuat rancangan penelitian. Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh.
Rancangan penelitian

Tahap perancangan penelitian

  1. Identitas/perumusan masalah, jika belum jelas pelajari mengenai rumusan masalah disini(Baca:Cara Membuat Rumusan Masalah Yang Baik)
  2. Studi kepustakaan
  3. Merumuskan hipotesis penelitian
  4. Identifikasi variabel penelitian dan definisinya.

Hal-hal yang dimuat di dalam rancangan penelitian

1. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian harus mengacu pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang diajukan, hal ini berguna untuk menerangkan suatu gejala atau menguji suatu hiotesis

2. Pemilihan alat dan bahan

Alat dan bahan yang digunakan tergantung dari proses variabel yang akan diamati dan diukur.

3. Menetapkan variabel

4. Menentukan langkah kerja

Langkah kerja harus disusun secara rinci dan teratur. Seperti pengambilan data, tempat pengambilan data, perlengkapan yang harus dibawa, dan rancangan hasil analisis data.

Pengelompokan langkah kerja pada penelitian:

  1. Bagian awal: berisi mengidentifikasi masalah, melakukan kajian pustaka, mengidentifikasi variabe, dan menyusun instrumen.
  2. Bagian inti: melaksanakan penelitian dan pengambilan data.
  3. Bagian awal: penyusunan laporan dan publikasi penelitian.

5. Menetapkan cara menganalisis data

Analisis data yang dilakukan merupakan analisis data berupa statistik dan nonstatistik.
pola rancangan penelitian
Pola rancangan penelitian

2. Manfaat rancangan penelitian

Rancangan penelitian dibuat untuk mempermudah peneliti ketika melakukan penelitiannya, sehingga penelitian yang di buat sesuai dengan rancangan yang sistematis dan urut.
  • Sebagai kerangka operasional penelitian
  • Menegaskan kedalaman dan keleluasaan penelitian
  • Memperkirakan penelitian yang akan dihadapi dan perkiraan hasil eksperimen
  • Mengetahui kelemahan hasil penelitian dan rancangan alternatif penyelesaian.
Rencana penelitian harus dibuat serunut dan secermat mungkin agar data yang diperoleh lebih akurat. Harus memenuhi syarat sistematis, konsisten, dan operasional.

3. Jenis-jenis rancangan penelitian

Rancangan penelitian yang dibuat harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin di capai. Terdapat dua jenis rancangan penelitian yaitu rancangan penelitian deskriptif dan eksperimen.

a. Rancangan penelitian deskriptif(penelitian tanpa perlakuan)

Rancangan penelitian deskriptif merupkan rancangan penelitian yang bertujuan untuk memberikan deskripsi dengan maksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. Secara umum rancangan penelitian deskripsi dibagi menjadi dua yaitu rancangan eksploratori dan survei.

Ciri utama dari penelitian deskripsi adalah tidak menyatakan adanya hubungan sebab akibat serta tidak terlalu kompleks, karena biasanya ditujukan untuk meneliti variabel atau populasi tunggal.

b. Rancangan penelitian eksperimen(penelitian dengan perlakuan)

Semua rancangan percobaan, atau eksperimen memiliki karakteristik sentral yaitu di dasarkan pada adanya manipulasi variabel bebas dan mengukur efek pada varibel terikat. Rancangan penelitiannya terdiri dari kelompok kontrol, dan kelompok eksperimen.
Ciri rancangan eksperimen yang baik:
  1. Subyek dipilih secara acak dipilih ke dalam kelompok-kelompok
  2. Peneliti merancang manipulasi yang akan diberikan pada variabel ekperimen dan dilakukan kontrol yang ketat.
  3. Minimal terdapat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
  4. Menggunakan analisis varian untuk meminimalkan kesalahan, dan memaksimumkan varian dari varibael yang diteliti

B. Penelitian

Penelitian dilakukan untuk memperoleh data yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis . (Baca: Cara membuat hipotesis yang baik dan benar). penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah hipotesis yang dibuat salah atau benar. Penelitian adalah suatu suatu proses yang dilakukan peneliti untuk memperoleh jawaban dari permasalahan yang dikaji.

1. Tujuan dan peranan penelitian

Tujuan utama sebuah penelitian adalah:
  1. Tujuan eksploratif(penemuan), menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu.
  2. Tujuan verifikatif(pengujian) menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang ada
  3. Tujuan developmental(pengembangan), mengembangkan sesuatu dalam bidang yang ada
  4.  Penulisan karya ilmiah(tugas akhir, tesis, disertasi, skripsi)

2. Tahap penelitian

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penelitian, antara lain:
  • Lokasi penelitian: sangat diperlukan apakah penelitian akan dilakukan di laboratorium, atau diluar ruangan
  • Alat dan bahan yang digunakan: perlu dilakukan pengecekan akhir lagi untuk memastikan apakah alat dan bahan sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau belum dan siap untuk di operasionalkan.
  • Metode kerja: merupakan langkah-langkah atau cara kerja yang akan dilakukan dalam sebuah penelitian, meliputi persiapan alat dan bahan, pelaksanaan penelitian, serta cara pengamatan yang akan dilakukan.
  • Unit percobaan: merupakan satuan atau tempat dilaksanakan suatu eksperimen, misalnya polibag, akuarium, kandang, pot, dll. 
  • Perlakuan: merupakan sesuatu yang ingin dilihat pengaruhnya. Contoh: pengaruh lama perendaman terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. Perlakuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah “lama perendaman”.
  • Variabel: variabel bebas dan varibel terikat
  • Ulangan: ulangan penelitian adalah pengamatan terhadap sampel dari sebuah populasi, tidak boleh menggunakan objek tunggal/hanya satu, tetapi semain banyak objek yang dilibatkan akan semakin bagus tingkat akurasinya.
  • Pengamatan: kegiatan mengumpulkan data yang digunakan untuk menguji hipotesis baik pengamatan kualitatif maupun pengamatan kuantitaif.

3. Macam-macam penelitian

Jenis penelitian memiliki banyak macam yang disesuaikan dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan peneliti.

a. Berdasarkan kegunaannya, penelitian dapat dibedakan menjadi lima macam.

  1. Penelitian dasar: penelitian yang mencakup pengembangan teori.
  2. Penelitian terapan: penelitian yang mengkonsentrasikan pada penerapan teori untuk menyelesaikan masalah
  3. Penelitian evaluasi: penelitian yang mencakup pengambilan keputusan terhadap kelemahan relatif dari dua atau lebih aksi atau tindakan alternatif
  4. Penelitian pengembangan: penelitian yang diarahkan pada pengembangan dari produk efektif.
  5.  Penelitian aksi: penelitian yang dikonsentrasikan dengan penyelesaian segera untuk masalah lokal.

b. Berdasarkan metodenya, penelitian dibedakan menjadi empat macam yaitu:

  1. Penelitian sejarah
  2. Penelitian deskriptif
  3. Penelitian korelasi
  4. Penelitian eksperimen

c. Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh

  1. Basic research(penelitian dasar): memiliki alasan intelektual dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan
  2. Applied research(penelitian percobaan): mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, dan efisien.

d. Berdasarkan teknik yang digunakan

  1. Survey research(penelitian survey): tidak melakukan perubahan(tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
  2. Experimen research(penelitian percobaan): memiliki perlakuan khusus terhadap variabel yang diteliti.

e. Berdasarkan keilmiahannya

1. Penelitian ilmiah: menggunakan kaidah-kaidah ilmiah(mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah). (Baca: langkah-langkah metode ilmiah)
Ciri-ciri penelitian ilmiah:
  • Memiliki fokus tujuan yang jelas
  • Teliti, memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik
  • Prosedur pengujian hipotesis jelas
  • Pengujian dapat di ulang untuk kasus yang sama atau sejenis
  • Berdasarkan fakta dari data aktual yang tidak subjektif dan emosional
  •  Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna
2. Penelitian non ilmiah: tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah.


Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif
No
Pembeda
Penelitian kuantitatif
Penelitian kualitatif
1
Kejelasan unsur
Tujuan, pendekatan, subjek, sampel, sumber data sudah mantap, rinci sejak awal
Subjek sampel, sumber data tidak mantap dan rinci, masih fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan
2
Langkah penelitian
Segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan disusun
Baru diketahui dengan antap dan jelas setelah penelitian selesai
3
Hipotesis
a.  Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
b.  Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan
Tidak ada hipotesis yang dibuat
4
Desain
Desain jelas sesuai dengan langkah-langkah penelitian yang dibuat dari awal
Desain penelitian fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
5
Pengumpulan data
Kegiatan pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan kepada orang yang dipercaya
Kegiatan pengumpulan data harus dilakukan sendiri oleh peneliti
6
Analisis data
Dilakukan sesudah semua data terkumpul
Dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data


Baca:


Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/10/cara-membuat-rancangan-penelitian-yang.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/10/cara-membuat-rancangan-penelitian-yang.html
Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
sultan amir
AUTHOR
23 April 2016 17.30 delete

terima kasih gan, sangat bermanfaat mainmain ke blog ane yaa http://tipsandstep.blogspot.com/

Reply
avatar
admin
AUTHOR
28 Juli 2016 23.21 delete

oke, sama2 mas sultan

Reply
avatar
IndoMateriku
AUTHOR
7 November 2016 17.49 delete

mantab min sharingnya. semoga bermanfaat

Reply
avatar

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon