CANDI CETHO Nenek Moyang Kita adalah Penguasa Peradaban Dunia, Saatnya Menuju Perubahan(2)

Candi Cetho

Kompleks percandian saat pertama kali ditemukan reruntuhan batu pada 14 teras/punden bertingkat, memanjang dari barat ke timur. Pembaruan pada akhir 1970-an dilakukan oleh Sudjono Humardani,asisten pribadi Suharto mengubah banyak struktur asli candi, meski konsep punden berundak tetap dipertahankan. Beberapa obyek baru hasil pembaruan yang dianggap sudah tidak original adalah gapura di depan bagian kompleks, bangunan-bangunan dari kayu tempat pertapaan, patung-patung yang dinisbatkan sebagai Sabdapalon, Nayagenggong, Brawijaya V, serta Phallus, dan bangunan kubus ada bagian puncak punden. Kemudian pada masa bupati karanganyar, Rina Iriani menempatkan arca Dewi Saraswati, sumbangan dari Kabupaten Gianyar, pada abagian timur kompleks candi, pada punden lebih tinggi daripada bangunan kubus.

orang sumeria yang memakai gelang ditangan,
sama dengan patung orang yang terdapat di candi cetho
sama-sama memakai gelang tangan

Perhatikan tangan patung orang tersebut,
memakai gelang seperti jam yang dipakai orang sumeria





relief yang terdapat pada candi cetho
patung yang terdapat di candi cetho memiliki kemiripan
dengan relief di peradaban bangsa maya


Belum lengkap jika belum membaca kelanjutannya
Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/01/nenek-moyang-kita-adalah-penguasa.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/01/nenek-moyang-kita-adalah-penguasa.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon