Klasifikasi Ilmiah Panthera Pardus

Klasifikasi Ilmiah Panthera Pardus

Kerajaan     : Animalia(Hewan)
Filum          : Chordata(memiliki penyokong tubuh dalam)
Kelas          : Mammalia(Memiliki kalenjar susu)
Ordo           : Carnivora(Pemakan daging)
Famili         : Felidae(keluarga kucing)
Genus          : Panthera
Spesies        : Panthera Pardus

Deskripsi Panthera Pardus

Macan tutul adalah suatu hewan yang memiliki kalenjar susu atau biasa disebut mamalia dan merupakan salah satu keluarga kucing,dan macan tutul ini masuk dalam 4 keluarga kucing terbesar.disamping itu macan tutul ini di kenal juga dengan nama harimau dahan,nama ini diberikan karena kemampuan memanjatnya yang luar biasa.
Klasifikasi Ilmiah Panthera Pardus
Klasifikasi Ilmiah Panthera Pardus


Macan tutul memiliki ciri-ciri:


  • berukuran besar
  • panjang tubuhnya kira-kira satu sampai dua meter
  • memiliki warna bulu kuning kecoklatan dan dihiasi bintik-bintik hitam diseluruh tubuhnya dan pada bagian kepala bintiknya lebih kecil.
  • Bentuk dari betinanya sama dengan pejantannya hanya saja ukurannya lebih kecil dari pejantannya.

Daerah sebaran macan tutul adalah di benua Asia dan Afrika. Spesies ini sempat dianggap memiliki banyak anak jenis yang ditemukan di segala macam habitat, mulai dari hutan tropis, gurun, savanah, pegunungan dan daerah pemukiman, namun sekarang direduksi menjadi hanya sembilan setelah dilakukan pengujian molekuler.

Macan tutul adalah hewan yang lebih suka menyendiri dibanding kumpul dengan kawanannya atau berkelompok,mereka aktifnya di malam hari,karena kematian anak macan tutul yang begitu tinggi dan ini merupakan salah satu penyebab hewan ini terancam punah,dan untuk menghindari kekurangan populasi sehingga induknya memiliki satu sampai dua anak dan anaknya dijaga sampai menginjak usia satu sampai dua tahun

Mereka merupakan pemakan segala jenis makanan yang mengandung daging baik itu hewan berdaging dengan ukuran kecil, bisa juga hewan berdaging dengan ukuran besar bahkan manusia sekalipun jika berada pada daerah mencari mangsanya.

Sebenarnya macan tutul sangat menghidari jika harus memburu manusia sebagai mangsanya karena berbagai hal. Hal yang menyebabkan macam tutul mengarahkan taringnya pada manusia itu bisa disebabkan karena kelaparan,terluka dan tidak bisa memburu mangsa biasa dan manusia ada disekitar situ.

Deskripsi tubuh Macan Tutul Panthera Pardus

Ukuran tubuh macan tutul beragam. Pejantan biasanya berukuran 30% lebih besar daripada betina, macan tutul jantan memiliki berat berkisar antara 30 kg sampai 91 kg dan macan tutul betina memiliki bobot tubuh seberat 23 kg sampai 60 kg. Total panjang dari kepala dan tubuhnya biasanya di antara 90 cm dan 165 cm. Ekor macan tutul relative panjang di antara genus Panthera. Dan tinggi sampai ke bahunya di antara 45 cm - 80 cm.

Namun, ukuran macan tutul dapat berbeda-beda setiap ekosistem. Variasi ukuran ini dipengaruhi oleh kualitas dan keberadaan mangsa di daerah tersebut. Warna tubuhnya bervariasi antara kuning dan putih dengan totol-totol hitam. Untuk macan tutul di Afrika Timur, totolnya cenderung berbentuk bundar, sedangkan di Afrika Selatan cenderung berbentuk segi empat.

Reproduksi Panthera Pardus

Macan tutul melakukan perkawinan setelah melakukan percumbuan yang membutuhkan waktu cukup lama, perkawinan dilakukan berulang-ulang hingga waktu 5 hari. Musim kawin sekali dalam satu tahun yakni pada bulan Mei hingga Juni. Lama macan tutul betina mengandung yaitu 90 smpai dengan 105 hari. Anak yang dilahirkan 2-3 ekor dan akan diasuh oleh induknya hingga waktu 1 tahun.

Bayi macan tutl yang baru lahir masih berwarna abu-abu dan masih belum terlihat totolnya. Selama merawat bayinya, sang betina akan berhenti menjelajahi wilayahnya hingga anaknya telah cukup besar untuk menghidupi diri sendiri. Ia terus menjaga anaknya tetap tersembunyi selama 8 minggu pertama. Bayi macan tutul baru dapat diberi makan daging oleh induknya setelah 6-7 minggu setelah kelahiran, dan sang induk tetap menyusui anaknya untuk lebih dari 3 bulan ke depan.

Posting Komentar untuk "Klasifikasi Ilmiah Panthera Pardus"