Ciri-Ciri Pyrrophyta, Euglenophyta, dan Phaeophyta Beserta Contohnya

Share:
Pembahasan kali ini di biologiedukasi.com berkaitan dengan ciri-ciri protista mirip tumbuhan yaitu ciri-ciri Pyrrophyta, ciri-ciri Euglenophyta, dan ciri-ciri Phaeophyta. Penjelasan pada materi kali ini juga disertai dengan contoh-contoh spesies yang masuk ke dalam filum Pyrrophyta, filum Euglenophyta, dan filum Phaeophyta.

Sebelumnya biologiedukasi.com sudah memberikan materi mengenai protista mirip hewan yaitu flagellata, Ciliata, Sporozoa, dan Rhyzopoda. Jika ingin mempelajari materi tersebut bisa dipelajadi pada link berikut ini (Baca: Deskripsi, Reproduksi dan Contoh Protista Mirip Hewan Sub Bab Ciliata )

A. Filum Pyrrophyta (Ganggang Api)

Filum ini sering disebut Dinoflagellata karena memiliki flagella yang berjumlah 2 buah. Hampir semua ganggang api bersifat uniseluler, dan mempunyai pigmen berupa klorofil a dan c.

Filum Pyrrophyta disebut ganggang api karena memiliki fosfor yang mampu memendarkan cahaya pada kondisi yang gelap. Ganggang ini sebagian besar hidup di air laut, tetapi ada pula yang hidup di air tawar. Beberapa contoh anggota Filum ini antara lain Noctiluca, Ceratium dan Gonyaulax.

Catatan: Biasanya yang sering ditanyakan adalah ciri-ciri dari Phyrropyta, ciri khasnya adalah memiliki klorofil a dan c, dan mampu memendarkan cahaya seperti warna api jika dalam kondisi gelap karena adanya phospor.
Noctiluca scintillans salah satu jenis pyrrophyta
Noctiluca scintillans salah satu jenis pyrrophyta
Gonyaulax polygramma salah satu dari Pyrrophyta
Gonyaulax polygramma salah satu dari Pyrrophyta diamati dibawah mikroskop elektron

B. Filum Euglenophyta

Filum Euglenophyta merupakan ganggang yang memperlihatkan ciri-ciri hewan dan tumbuhan. Filum ini memiliki pigmen berupa klorofil a dan b serta mampu bergerak bebas dan memiliki bintik mata. Contoh anggota Filum Euglenophyta yang paling dikenal adalah Euglena.

Euglena merupakan organisme yang sering ditemukan pada air yang keruh dan memiliki alat gerak berupa flagella yang terletak pada bagian ujung anterior. Euglena memiliki bintik mata yang berfungsi untuk melindungi detektor cahaya yang berada pada dekat dasar fla- gella. Dengan detektor tersebut, Euglena dapat bergerak menuju arah cahaya yang intensitasnya sesuai.

Struktur tubuh Euglena tidak memiliki dinding sel, tubuhnya diselimuti oleh pelikel, memiliki vakuola kontraktil dan vakuola makanan.
struktur Euglena phyta
struktur Euglenaphyta
Catatan: Pigmen warna adalah klorofil dan memiliki flagella. ini adalah ciri khusus dari filum euglenaphyta

C. Filum Phaeophyta (Ganggang Coklat)

Anggota Filum Phaeophyta memiliki talus yang selalu bersel banyak, sehingga dapat dilihat secara makroskopis. Talusnya memiliki alat pelekat untuk menempelkan tubuhnya pada substrat, sedangkan bagian tubuh yang lainnya mengapung di atas air. Beberapa anggota Filum Phaeophyta seperti Sargassum, Macrocystis, dan Nereocystis memiliki gelembung udara yang berfungsi untuk menyimpan gas nitrogen dan untuk mengapung.

Ganggang coklat mengandung pigmen santofil, klorofil a dan c. Pigmen santofil jumlahnya melebihi pigmen yang lain, sehingga menyebabkan warna talusnya coklat. Cadangan makanannya disimpan dalam bentuk laminarin. Ganggang ini banyak ditemukan di laut dan sering terdampar di pantai.

Sebagian besar anggota Filum Phaeophyta menunjukkan adanya pergantian keturunan antara generasi sporofit dan gametofit yang masing-masing hidup bebas. Reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan fragmentasi dan membentuk zoospora.

Sedangkan reproduksi secara generatif dilakukan dengan peleburan antara ovum dan spermatozoid yang masing-masing dihasilkan pada konseptakel betina dan konsep- taklel jantan. Zigot selanjutnya akan tumbuh menjadi sporofit.
Sargassum sp.
Nereocystis luetkeana
Nereocystis luetkeana
Catatan: Ciri khas dari Phaeophyta adalah memiliki kloroplast/pigmen warna paling banyak yaitu pigmen warna coklat yang memiliki nama lain pigmen santofil

Tidak ada komentar

Mohon untuk tidak meninggalkan live link