Struktur dan Fungsi Ribosom, Retikulum Endoplasma, Lisosom, dan Mitokondria

Kali ini biologiedukasi.com akan membahas mengenai organela yang terdapat di dalam sel makhluk hidup secara umum, diantaranya adalah struktur dan fungsi ribosom, Retikulum Endoplasma, Lisosom, dan Mitokondria. Pada pembahasan kali ini, yang di bahas merupakan materi kelas XI IPA, sehingga pembahasannya tidak secara spesifik, hanya bagian-bagiannya, dan funsgi secara umum, jika ingin mengetahui lebih dalam dan spesifik mengenai fungsi dan strukturnya, bisa mengklik tautan yang diikutkan di dalam setiap pembahasan di materi kali ini.

Ribosom

Ribosom merupakan suatu partikel nukleoprotein, yaitu senyawa protein dengan molekul asam ribonukleat (RNA). Pada sel-sel eukariotik, setiap ribosom memiliki diameter berukuran sekitar 20 nm, sedangkan pada sel-sel prokariotik ukurannya lebih kecil.

Sebagian organel ini melekat pada membran retikulum endoplasma membentuk kelompok-kelompok yang disebut polisom, sedangkan yang selebihnya tersebar bebas di dalam sitosol bahkan kerap kali terdapat pula dalam organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.
ribosom subunit besar dan kecil
ribosom subunit besar dan kecil
Ribosom memiliki dua bagian penting yang dinamakan dengan ribosom subunit keci dan ribosom subunit besar, yang memiliki fungsi untuk sintesis proteii/pembentukan protein di dalam tubuh.Untuk lebih jelasnya mengenai proses sintesis protein bisa di pelajari di materi ini(substansi hereditas sub bab sintesis protein)

Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma (RE) tersusun dari pasangan membran atau selaput yang sejajar dan membentuk suatu sistem yang tersebar di seluruh bagian sitoplasma. Adanya ruang-ruang yang terbentuk di antara pasangan membran yang sejajar menyebabkan sistem RE tampak seperti saluran-saluran yang rumit, dan di beberapa tempat sistem ini berhubungan dengan membran plasma dan membran nukleus.

Retikulum endoplasma dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Retikulum endoplasma kasar
RE kasar merupakan retikulum endoplasma yang bagian luarnya ditempeli oleh ribosom
sehingga terlihat permukaan dari retikulum endoplasma terlihat kasar. RE kasar memiliki fungsi utama untuk membantu proses sintesis protein yang dilakukan oleh ribosom yang melekat pada retikulum endoplasma kasar.

2. Retikulum endoplasma halus

Retikulum endoplasma halus merupakan RE yang tidak memiliki ribosom. RE halus memiliki fungsi untuk  sintesis lemak dan steroid. Hasil sintesis tersebut selanjutnya akan disekresikan ke dalam saluran RE untuk diangkat ke bagian-bagian sel lain, yaitu ke badan golgi, vakuola, atau dikeluarkan dari sel secara eksositosis.
struktur retikulum endoplasma
struktur retikulum endoplasma

Jadi, secara umum fungsi retikulum endoplasma antara lain:

  1. penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma, sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma
  2. transpor protein yang disintesis dalam ribosom
  3. biosintesis fosfolipid, glikolipid, dan sterol.
Untuk lebih jelasnya mengenai fungsi dan metabolisme dari retikulum endoplasma, bisa dipelajari lebih lanjut disini(metabolisme retikulum endoplasma)

Lisosom

Lisosom termasuk organel yang sangat kecil dibandingkan dengan organel lain, umumnya berdiameter antara 0,2 sampai 0,5 miu meter.  Organel ini dihasilkan oleh badan golgi dan banyak tersebar di dalam sitoplasma sel-sel hewan, terutama pada sel-sel kelenjar, dan sel-sel darah putih yang bersifat fagosit, juga terdapat pada jamur dan protista.
struktur lisosom
Di dalam lisosom terdapat bermacam-macam enzim hidrolitik yang berperan dalam pencernaan intraseluler sebagai pengurai berbagai substansi di dalam sel. Substansi tersebut sebagian berasal dari luar, misalnya polisakarida, lemak, dan protein termasuk juga bakteri yang ditangkap secara fagosit.

Sebagian lagi substansi tersebut berupa organel-organel yang sudah tidak terpakai, bahkan sel-sel yang rusak atau mati. Dengan demikian, bahan-bahannya dapat dimanfaatkan kembali untuk pertumbuhan sel-sel yang baru.

Mitokondria

Mitokondria berbentuk bulat, lonjong, atau batang dengan diameter berkisar antara 0,5 – 1,0 miu meter dan panjang antara 1 – 2 miu meter. Organel ini terdapat pada semua sel eukariotik dengan jumlah beragam. Pada sel yang aktivitasnya tinggi seperti sel saraf dan sel otot, didapatkan mitokondria dalam jumlah ratusan sampai ribuan.

Mitokondria memiliki dua lapis membran, yaitu membran dalam dan membran luar. Membran dalam memiliki lipatan-lipatan ke arah dalam yang disebut krista dan berfungsi pada proses respirasi sel. Pada proses respirasi sel ini, permukaan membran dalam akan bertambah luas.

Membran dalam diselaputi oleh membran luar yang strukturnya sama dengan membran plasma dan berperan sebagai pengatur keluar masuknya zat-zat kimia dari dan ke dalam sel.

Matriks dibungkus oleh membran dan mengandung DNA dan ribosom sehingga di dalam mitokondria dapat berlangsung proses sintesis protein. Namun, fungsi utama organel ini adalah sebagai tempat berlangsungnya proses respirasi sel. Di dalam matriksnya terdapat bermacam-macam enzim yang mengendalikan tahap-tahap reaksi respirasi sel.
struktur mitokondria
struktur mitokondria
Jadi fungsi utama dari mitokondria adalah digunakan untuk respirasi sel, yang memiliki struktur yang terdiri dari membran luar, ruang antar membran, membran dalam, krita atau kistae, dan matriks mitokondria yang terdapat DNA dan ribosom didalamnya.


Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2016/02/struktur-dan-fungsi-ribosom-retikulum.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2016/02/struktur-dan-fungsi-ribosom-retikulum.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon