Gagal Ginjal

gagal ginjal ilustrasi

Pencegahan Penyakit Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal bisa dicegah dengan membiasakan diri mempraktekan pola hidup sehat. Lebih jelasnya seperti poin-poin di bawah ini:
  • Perubahan gaya hidup:
  • Minum cukup air setiap hari
  • Makan lebih sedikit makanan kaya oxalate, seperti bayam, ubi, teh, cokelat dan produk kedelai
  • Memilih makanan yang rendah garam dan protein hewani
  • Makan makanan kaya kalsium, akan tetapi membatasi penggunaan suplemen kalsium
Gejala akut
definisi, gejala, penyebab dan faktor risiko serta cara pencegahan. Gagal ginjal akut adalah hilangnya kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara tiba-tiba. Ketika itu terjadi maka cairan, elektrolit dan kotoran akan bercampur di dalam darah.

Gagal ginjal kronis
adalah hilangnya fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap. Ketika itu terjadi maka cairan, elektrolit dan kotoran akan bercampur di dalam darah.

Pada tahap awal gagal ginjal kronis, anda dapat memiliki beberapa tanda atau gejala. Gagal ginjal kronis mungkin tidak akan terlihat jelas sampai fungsi ginjal anda menurun secara signifikan.

Gejala Penyakit Gagal Ginjal Kronis
Tanda dan gejala gagal ginjal kronis berkembang secara perlahan. Tanda dan gejala gagal ginjal kronis antara lain:
  • Berkurangnya urin saat buang air
  • Mual
  • Muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Lelah dan lemah
  • Bermasalah dalam tidur
  • Penurunan mental secara tajam
  • Otot berkedut dan kejang
  • Bengkak pada area kaki
  • Timbul rasa gatal

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab Gagal Ginjal Kronis
Penyakit dan kondisi yang umumnya menyebabkan gagal ginjal kronis antara lain:
  1. Diabetes tipe I
  2. Diabetes tipe II
  3. Tekanan darah tinggi
  4. Pembesaran prostate
  5. Batu ginjal
  6. Kanker kandung kemih
  7. Kanker ginjal
  8. Kondisi yang menyebabkan urin masuk kembali ke ginjal (vesicoureteral reflux)
  9. Polycystic kidney disease
  10. Infeksi ginjal (pyelonephritis)
  11. Glomerulonephritis
  12. Lupus
  13. Scleroderma
  14. Vasculitis
  15. Kerusakan pada arteri yang membawa darah menuju ginjal (renal artery stenosis)
gagal ginjal karena tumbuhya tumor pada ginjal

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis antara lain:
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung
  • Merokok
  • Obesitas
  • Kolestrol tinggi
  • Sejarah keluarga dengan penyakit ginjal
  • Usia 65 tahun atau lebih

Pencegahan Untuk Gagal Ginjal Kronis

Untuk mengurangi risiko gagal ginjal kronis, cobalah untuk:
  • Jika anda minum minuman beralkohol maka minumlah dengan tidak berlebihan akan tetapi sebaiknya anda menghindarinya
  • Jika anda menggunakan obat tanpa resep yang dijual bebas. Ikuti petunjuk yang ada pada kemasannya. Menggunakan obat dengan dosis yang terlalu tinggi dapat merusak ginjal. Jika anda memiliki sejarah keluarga dengan penyakit ginjal, tanyalah dokter anda obat apa yang aman bagi anda
  • Jaga berat badan sehat anda dengan berolahraga rutin.
  • Jangan merokok dan jangan memulai untuk merokok
  • Kontrol kondisi medis anda dengan bantuan dokter jika kondisi tersebut meningkatkan risiko gagal ginjal.

Pengobatan

Jika telah mencocokkan ciri-ciri atau gejala tersebut dengan kondisi diri pribadi, harap segera dibawa ke rumah sakit untuk diagnosa lanjutan. Sampaikan kondisi-kondisi yang telah ada, biasanya dianjurkan test laboratorium menyeluruh. Langkah-langkah medis ditempuh tergantung hasil tes laboratorium.

Indikator penting:
• Darah lengkap, termasuk Hemoglobin.
• Ureum dan kreatinin

Setelah dilakukan perawatan (biasanya rawat inap) karena kondisi psikis pasien juga bermasalah. Ureum dan kreatinin yang tinggi dapat menyebabkan kondisi psikis dan otak tidak terkendali, suka marah-marah tanpa sebab, dan emosi tidak terkontrol. Keluarga harus mentoleransi perilaku pasien yang seperti itu, dan terus sabar sebelum cuci darah pertama. Biasanya setelah cuci darah kedua, perilaku pasien mulai tenang dan bisa diajak berbicara / ngobrol. Dan biasanya pasien tidak ingat akan kondisi sebelum Hemodialisis tersebut. Karena pada umumnya, jika angka Ureum dan kreatinin telah sangat jauh tinggi melewati ambang batas, maka kondisi emosional biasanya terjadi.

Pengobatan Chronic Kidney Disease (CKD) atau Gagal ginjal kronis berupa pengganti ginjal. Ada 2 jenis pengobatan yang diterapkan pada pasien
proses hemodialisis/cuci darah

Hemodialisis menggunakan mesin, keunggulannya, tidak perlu repot. Harap dicatat setiap pasien yang sudah terkena Gagal ginjal kronis harus mengontrol asupan / masuk nya cairan / air minum per hari, maksimal 600 milliliter atau 0.6 Liter (setara 1 botol). Ingat per hari. Jika tidak terkontrol, pada saat proses rutin Hemodialisis, biasanya mesin akan menarik sampai kepada berat kering terpenuhi sehingga akhirnya pasien mengalami keram pada kaki, atau tekanan darah tidak stabil (biasanya menjadi turun drastis). Berat kering adalah berat normal karena air sudah dibuang dari tubuh (karena pasien Gagal ginjal kronis tidak dapat buang air kecil lagi).

CAPD mandiri

Selain Hemodialisis atau CAPD, poin ke tiga adalah pengobatan alternatif. Akan tetapi, jangan mencoba sedikitpun meninggalkan Hemodialisis atau CAPD selagi menjalani pengobatan alternatif. Karena kenyataan di lapangan, memang ada yang berhasil dalam mengimplementasikan pengobatan alternatif, namun tidak sedikit pula yang sia-sia bahkan berakhir lebih parah lagi seperti dialami almarhum penyanyi dan MC terkenal Krisbiantoro

Sejak tahun 1975 Krisbiantoro secara rutin menjalani pemeriksaan ginjal di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat hingga sekarang. Tetapi, ia mengaku selama 36 tahun menderita sakit ginjal itu tak jarang terkena godaan ”setan”. Kris pun mengaku pernah mengonsumsi berbagai jamu, makan darah ular dan menjalani pengobatan alternatif tetapi hasilnya sia-sia belaka. Tak jarang perilakunya itu terkadang malahan mengancam jiwanya. Tidak mengherankan bila ia harus menjalani opname di RS PGI Cikini hingga 4 (empat) kali.
Jika pasien tetap bersikukuh meninggalkan Hemodialisis atau CAPD (yang memang faktanya berbiaya mahal), keputusan ada di tangan Anda.

Tujuan terapi adalah untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan CKD ke tahap 5. Pengendalian tekanan darah dan pengobatan penyakit asli, kapanpun layak, adalah prinsip-prinsip yang luas dari manajemen. Umumnya, angiotensin converting inhibitor enzims (ACEIs) atau angiotensin II reseptor antagonis (ARB) yang digunakan, karena mereka telah ditemukan untuk memperlambat perkembangan CKD ke tahap 5.

Meskipun penggunaan penghambat ACE dan ARB merupakan standar saat ini perawatan untuk pasien dengan CKD, pasien semakin kehilangan fungsi ginjal sedangkan pada obat-obat ini, seperti yang terlihat dalam dan RENAAL studi, yang melaporkan penurunan dari waktu ke waktu diperkirakan laju filtrasi glomerulus (akurat mengukur perkembangan CKD, sebagaimana tercantum dalam K / DOQI pedoman ) pada pasien yang diobati oleh metode konvensional.
 

Saat ini, beberapa senyawa dalam pembangunan untuk CKD. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, bardoxolone metil, olmesartan medoxomil, sulodexide, dan avosentan
 

Penggantian eritropoietin dan calcitriol, dua hormon diproses oleh ginjal, sering diperlukan pada pasien dengan CKD maju. Fosfat binder juga digunakan untuk mengontrol serum fosfat tingkat, yang biasanya meningkat pada penyakit ginjal kronis lanjut.
Ketika seseorang mencapai tahap 5 CKD, terapi penggantian ginjal diperlukan, dalam bentuk baik dialisis atau cangkok.
 

Normalisasi hemoglobin belum ditemukan menjadi manfaat apapun
Orang dengan CKD berada pada risiko nyata terhadap penyakit kardiovaskular, dan sering memiliki faktor risiko lain untuk penyakit jantung, seperti hiperlipidemia. Penyebab paling umum kematian pada orang dengan CKD karena penyakit kardiovaskular daripada kegagalan ginjal. Pengobatan agresif hiperlipidemia dibenarkan



Oleh:
Andhika setyaningtya
Dyah ayu trisnawat
Lailatul musyarofa
Muflicha rahmawati putr
Siti nur mala
Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/02/gagal-ginjal.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/02/gagal-ginjal.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon