Struktur dan Mekanisme Penyerangan Virus HIV, Sebuah Perenungan terhadap Penciptaan(2) Habis

Proses replikasi Virus di Sel T Helper

Setelah proses fusi membran virus dengan membran sel T helper maka tahap selanjutnya virus akan memasuki bagian dalam dari sel T-helper

Bahian kapsid, RNA, protein, dan enzim enzim yang di dalam virus akan dimasukkan ke dalam sel T-helper. Mulai dari ini kemudian virus akan mengambil alih sistem dari sel T-helper, ibarat perang, musuh berhasil mengambil alih daerah yang dikuasai oleh lawan perangnya dan segera menyerang objek-objek vital dari wilayah musuhnya. Yang terjadi selanjutnya adalah enzim reverse transkriptase yang bertugas untuk menyalin RNA virus akan bekerja. Mula-mula enzim reverse transkriptase akan mengubah RNA(Rybonucleic acid) yang single strand(rantai tunggal) virus menjadi DNA(deoxyribonucleic acid) berantai tunggal juga.
enzim reverse transcriptase(tengah) mengubah
RNA virus HIV(kuning) menjadi DNA virus(ungu)

Proses ini penting karena nantinya DNA ini akan digunakan untuk penyatuan dengan DNA sel T-helper. Selanjutnya enzim reverse transkriptase kemudian akan menjalankan peran yang kedua yaitu menggandakan DNA yang terdiri dari rantai tunggal menjadi DNA berantai ganda(double helix), tujuannya adalah supaya DNA ini bisa menyatu dengan DNA sel T-limfosit yang terdiri dari dua untai DNA.

proses penyusupan virus HIV ke sel-T helper
Proses berikutnya DNA double helix dari virus HIV kemudian di ikat oleh enzim integrase dan kemudia akan dibawa menuju ke dalam nukleus(inti sel) sel T-limfosit untuk kemudian digabungkan dengan DNA dari sel T-limfosit. Coba bayangkan, bagaimana proses penyambungan antara DNA virus HIV dengan DNA sel T limfosit, hanya dengan menggunakan sebuah enzim integrase yang sudah disiapkan oleh virus HIV mampu memotong DNA sel-T limfosit dan kemudian menyambungkannya dengan DNA virus HIV, bagaimana sebuah enzim integrase yang sebelumnya tidak pernah bertemu dengan DNA sel-T helper kemudian dia mampu melakukan pemotongan pada bagian yang tepat dari DNA sel T-helper kemudian menyambungkannya dengan DNA virus HIV, sebuah proses yang apabila bisa kita renungkan akan menambah rasa syukur kita kepada SANG PENCIPTA kita.

proses replikasidari DNA single helix menjadi DNA double helix
dengan tujuan suapaya bisa menyatu dengan DNA sel T-helper
Proses SIntesis Protein Virus
Sintesis protein merupakan proses pembentukan protein-protein virus di dalam sel T-helper, sekali lagi virus memanfaatkan bahan mentah yang ada di sel T-helper untuk membentuk protein dari virus, sungguh ini adalah sesuatu yang luar biasa dengan memanfaatkan material dari sel T-helper. DNA virus HIV yang terintegrasi dengan DNA sel T-helper kemudian terjadi proses transkripsi pad bagian DNA virus HIV yang mengkodekan protein-protein virus HIV menggunakan enzim polimerase sehingga nantinya akan terbentuk mRNA(messeger RNA) yang merupakan RNA yang membawa kode genetik untuk membuat protein protein virus. mRNA ini kemudian di bawa keluar dari nukleus dan kemudian akan di bawa menuju sebuah organela terkecil dari sel T-helper, ribosom sendiri meruapakan organela yang digunakan sebagai tempat pembentukan protein protein virus HIV. Setelah di proses/ diterjemahkan di ribosom maka akan terbentuk 3 bagian protein yang masih menyatu yang dinamakan dengan protein kompleks, pembuatan ini akan terus dilakukan oleh ribosom dengan menggunakan kode genetik dari mRNA.

proses penggabungan DNA virus HIV dengan DNA sel T helper
menggunkaan enzim integrase
Protein, dua RNA, akan diangkut menuju ke membran sel dari sel T-helper dan kemudian di bungkus menggunakan membran sel T-helper sebagai lapisan luar dari virus, jadi pada tahap ini ternyata virus HIV memanfaatkan membran sel T-helper untuk membuat membran dari virus HIV, sebuah mekanisme yang sunggun licik(dalam bahasa manusia) untuk membuat virus HIV menjadi sebuah strktur yang komplit dan kompleks. Proses selanjutnya maka virus HIV akan melepaskan diri dari membran sel T-Helper. Virus ini masih belum benar-benar matang dan belum siap digunakan untuk menginfeksi sel T-helper lainnya. Untuk mematangkan virus ini maka 3 protein yang masih menyatu perlu di potong-potong menjadi tiga protein yang terpisah yang digunakan untuk membentuk kapsid menggunkan enzim pemotong protease. Sampai disini virus siap untuk menginfeksi sel-T helper lainnya

Untuk lebih jelasnya lihatlah video berikut ini




baca Sebuah Perenungan terhadap Penciptaan, Virus HIV yang menakjubkan(1)


Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2014/10/sebuah-perenungan-terhadap-penciptaan_17.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2014/10/sebuah-perenungan-terhadap-penciptaan_17.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon