Peran Ekologis, Ancaman dan Upaya Konservasi Julang Emas, Studi Kasus: Habitat Gunung Ungaran

Habitat

Burung Julang Emas merupakan salah satu spesies dari banyak spesies burung rangkong yang tersebar di belahan bumi Afrika, India, Asia Tenggara, New Guinea, dan kepulauan Solomon yang sebagian besar hidup di hutan hujan tropis. Di Indonesia sendiri burung rangkong banyak ditemukan di daerah hutan dataran rendah dan hutan perbukitan (0 – 1000 m dpl). Di daerah pegunungan (> 1000 m dpl) burung rangkong sudah mulai jarang ditemukan. Dengan banyaknya jenis burung rangkong di Indonesia menjadikan Indonesia merupakan daerah penting untuk konservasi burung rangkong di dunia.
julang emas
julang emas

Julang Emas(Aceros undulates) merupakan salah satu dari banyak burung Rangkong yang ada di Indonesia. Hampir semua burung jenis rangkong memiliki dua tipe habitat yang berada di hutan yaitu habitat burung rangkong yang merupakan habitat tempat sarang burung berada dan habitat yang dijadikan sebagai sumber pakan. Berbagai penelitian yang berkaitan dengan habitat burung Julang Emas sangatlah penting untuk menunjang upaya konservasi burung Julang Emas. Salah satu lokasi di pulau Jawa yang terdapat burung Julang Emas adalah Gunung Ungaran yang terdapat di Kabupaten Semarang dan juga masuk ke wilayah kabupaten Kendal. Keberadaan burung Julang Emas di Gunung Ungaran sangat perlu dilestarikan sebagai penunjang keseimbangan lingkungan.


Habitat Sarang burung Julang Emas di Gunung Ungaran sangatlah penting diperhatikan karena semakin lama berbagai jenis pohon yang dijadikan sarang Burung Julang Emas semakin berkurang. Ketersediaan pohon yang berfungsi sebagai tempat bersarang sangatlah penting untuk mendukung proses perkembangbiakan burung Julang Emas agar tidak mengalami kepunahan. Pohon yang digunakan sebagai tempat bersarang merupakan pohon yang memiliki ukuran diameter yang besar minimal memiliki diameter 60cm. Lokasi yang habitat burung Julang Emas yang sudah terpetakan di Gunung Ungaran adalah di bukit Gentong(penduduk biasanya naya menyebut sebagai gunung gentong bukan bukit gentong) dan bukit Watu Ondo.

Menurut Margareta 2013 Pohon yang dijadikan tempat bersarang di Gunung Ungaran adalah jenis pohon ficus dan wuru. Sarang banyak ditemukan di pohon Litsea sp. Keberadaan kedua jenis pohon ini harus dilestarikan karena sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup burung Julang Emas. Di bukit watuondo terdapat 52 individu pohon/ha yang memiliki ukuran diameter mencapai 60cm, sedangkan di bukit gentong 28 individu pohon/ha yang memiliki diameter 60cm(Himmah, 2010). Meskipun terlihat bahwa bukit watuondo jumlah pohon yang memiliki diameter 60cm lebih banyak di jumpai dari pada di bukit gentong, namun kenyataannya di bukit Gentong lah yang paling banyak terdapat sarang aktif menurut penuturan masayrakat sekitar bukit gentong yaitu di Medini Gunung Ungaran.

Burung Julang Emas merupakan jenis burung yang bersifat frugivorous meskipun kadang dijumpai jenis burung ini mengkonsumsi beberapa jenis binatang seperti kumbang dan siput sehingga ada yang mengelompokkannya sebagai omnivora. Jenis buah yang sering di jadikan makanan utama dari burung Julang emas adalah buah dari pohon Ficus atau Ara. Keberadaan kedua jenis pohon ini di Gunung Ungaran masih cukup banyak sehingga memungkinkan Burung Julang Emas mampu bertahan hidup di Gunung Ungaran dengan sangat baik.

2. Makanan Julang Emas

Burung rangkong yang hidup di hutan hujan tropis umumnya bersifat frugivorous. Buah beringin (Ficus spp) yang berbuah sepanjang tahun di hutan tropis Indonesia merupakan makanan yang sangat penting bagi burung rangkong Selain buah beringin, jenis buah-buahan lainnya juga di konsumsi oleh burung rangkong seperti buah pala hutan (Myristicaceae) yang kaya akan protein dan lipid, kenari-kenarian (Burseraceae).

Selain makanan berupa buah-buahan, burung rangkong juga memakan invertebrata dan vertebrata kecil. Selain untuk memenuhi kebutuhannya seperti saat perkembangbiakan, makanan berupa invertebrata dan vertebatra kecil juga di konsumsi sebagai makanan pengganti di saat ketersediaan buah mulai menipis. Di dukung oleh postur tubuh yang memungkinkan burung rangkong terbang cukup jauh (200-1200 m/jam,) dan kapasitas perut yang cukup besar, burung rangkong dapat memencarkan biji hampir di seluruh bagian hutan tropis sehingga dapat menjaga dinamika hutan.

Julang Emas yang hidup di Gunung Ungaran paling banyak memakan buah ficus karena jumlah pohon yang menghasilkan buah di gunung Ungaran yang dijadikan sumber pakan bagi Julang Emas di dominasi pohon ficus. Keberadaan Burung Julang Emas semakin hari semakin sedikit karena rusaknya habitat Burung Julang Emas. Hal ini tentu berkaitan dengan makanan burung Julang Emas. Semakin rusak habitatnya, maka sumber makanan bagi burung Julang Emas jga semakin sedikit.

Selain rusaknya habitat, penurunan Burung Julang Emas juga bisa diakibatkan oleh kompetitor di kawasan hutan tersebut untuk memperebutkan sumber makanan yang berupa buah ficus sehingga semakin banyak kompetitor maka akan berakibat keberlangsungan hidup burung Julang Emas akan semakin sedikit karena harus bersaing dengan hewan lain yang sama-sama makanan uatamnya adalah buah ficus. Makanan pada musim berbiak sebanyak 69% dari pakannya merupakan buah Ficus sementara pada musim tidak berbiak presentase ini meningkat menjadi 83% sumber makanannya yang berasal dari buah ficus.

Untuk lengkapnya silahkan download disini

Jangan lupa like dan share ya sebagai ucapan terimakasihnya...



download disini

Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/peran-ekologis-ancaman-dan-upaya.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2016/06/peran-ekologis-ancaman-dan-upaya.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon