Pengaruh Kooperative Learning Jigsaw dan teknik Animasi di Pemahaman Siswa pada Ikatan Kimia dan Konsep Mereka pada Topik Particulate Alam.

Ilustrasi

Point Penting Pada Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh dari pembelajaran Jigsaw dan teknik animasi di prestasi akademik pada siswa tahun pertama pada materi ikatan kimia dan konsepnya. Penelitian ini menggunakan 115 siswa pada tahun 2009-2010 dimana menggunakan 3 kelas perlakuan yaitu satu kelas dikenai perlakuan jigsaw, satu kelas dikenai perlakuan teknik animasi, dan satu kelas sebagai kelas kontrol pada materi ikatan kimia dan penguasaan konsep. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kelas pada jigsaw dan teknik animasi memiliki keefektifan yang lebih baik di banding kelas kontrol yang hanya menggunakan cara ceramah dalam penyampaian materi tersebut.

Point Penting pada pendahuluan

Ikatan kimia merupakan salah satu topik penting bagi sarjana kimia dan merupakan pertemuan paling sulit untuk menguasi konsep pada subjek ini. Baik siswa maupun guru kesulitan untuk menjelaskan mengenai ikatan kimia karena sangat abstrak sehingga banyak terjadi miskonsepsi mengenai struktur atom, molekul, dan interkasi ion. Siswa banyak terjadi miskonspesi mengenai pada tingkat makroskopis dan submikroskopis.

Beberapa pendidik kebingungan untuk mencari jalan memuat lebih mudah pmebelajaran konsep kimia dengan ilustrasi yang sederhana. Masih banyaknya pendidik yang menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada guru menyebabkan siswa kesulitan untuk memahami konsep yang abstrak dengan benar pada pembelajaran ikatan kimia.

Maka dari itu perlu di cari jalan keluar atas masalah ini, salahstunya adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dalam penelitian ini yang ingin di paparkan lebih jauh adalah pembelajaran jigsaw dan teknik animasi.

Point Penting Latar Belakang Teoritik

Cooperative learning merupakan teknik instrumentasi yang menggunakan grup-grup kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu keuntungannya adalah dapat meningkatkan berfikir tingkat tinggi. Banyak penelitian yang sudah terbukti bahwa pembelajaran ini memiliki tingkat efektifitas yang tinggi.

Teknik pembelajaran jigsaw merupakan salah satu dari strategi cooperattive learning untuk menghindarai banyak masalah lainnya dari pembelajaran berbasis grup. Jigsaw memiliki 4 tahapan utama di dalam pembelajarannya:
  1. Introduction: pembagian kelompok 3-7 grup yang heterogen
  2. Focus exploration: tiap anggota memilih sub topik masing-masing, kemudian berpisah dengan kelompoknya dan bergabng dengan grup yang memiliki topik yang sama
  3. Reporting adn reshaping: kembali ke kelompok semula dan melaporkan temuannya selama pada tahap ke-dua
  4. Integration and evaluation: membangun konsep dari materi yang ada sehingga terbentuk konsep yang utuh.
Animasi komputer juga sangat diperlukan dalam pembelajaran karena mampu menjelaskan gambar yang abstrak dengan pergerakan yang dinamis. Prinsip ini diterapkan berdasarkan teori pivio’s dual coding yang meyakini bahwa siswa dapat lebih mudah menerima di memori mereka jika menggunkaan kata-kata dan penglihatan. Animasi ini digunakan untuk memperlihatkan proses kimia pada tingkatan molekuler.

Poin Penting Metode Penelitian

Penelitian menggunakan desain penelitian quasy-experimental dengan pre dan post test non equivalent untuk membandingkan antar grup perlakuan. Sampel diambil dari 115 siswa dari fakultas pendidikan pada kelas kimia di universitas tahun akademik 2009-2010. Satu kelas n=36 diberi perlakuan jigsaw, satu kelas n=39 diberi perlakuan animasi, satu kelas n=40 sebagai kelas kontrol.

Instrumen penilaian di dalam penelitian ini menggunakan TOSR(test of Scientific reasoning) yang digunakan untuk menilai kemampuan menalar ilmiah siswa. PSVT:R(Purdue Visualization Test:Rotations). CbAAT(Chemical bonding academic achiveent test) dengan menggunakan 30 soal pilihan ganda. CbPNMT(Particulate nature of matter test in chemical bonding) digunakan untuk menentukan pemahaman konsep yang relevan pada ikatan kimia.

Sub topik di dalam eksperimen ini di bagi menjadi 6 sub topik utama yaitu konsep dasar mengenai ikatan kimia, ikatan intermolekular dan intramolekular, strukstur lewis, membentuk molekul: model VSEPR, orbital hibrid: model ikatan kovalen, dan model orbital molekul. Garis besarnya siswa untuk kelas jigsaw, masing-maisng siswa di dalam kelompoknya memilih satu sub topik yang kemudian didiskusikan dengan siswa lain yang mendapatkan sub topik yang sama.

Poin Penting Analisis Data

Analisis menggunakan one-way ANOVA untuk melakukan penilaian yang berasal dari TOSR, PSVT: R, dan pre-CbAAT. Penyelidikan pengaruh pada pembelajaran Jigsaw dan animasi komputer menggunakan MANCOVA. Jika MANCOVA menemukan taraf signifikansi, maka akan diikuti dengan unvarian ANCOVA pada setiap variabel terikat untuk melihat apakah ada perbedann signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Poin Penting Hasil Penelitian

Uji ANOVA menunujukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara skor TOSR pada siswa grup perlakuan ataupun pada skor pada PSVT-R. Namun ada perbedeaan signifikan rata-rata pada skor pre-CbAAT.

Untuk menilai pemahaman tentang ikatan kimia digunakan MANCOVA pada penskoran post-CbAAT dan CbPNMt. MANCOVA mengindikasikan pengaruh yang siginifikan pada perlakuan. Terdapat perbedaan yang siginifikan pada tiga kelompok perlakuan yang berhubungan dengan skor Post-CbAAT dan CbPNMT.

Poin Penting Diskusi dan Implikasi

TOSR mengindikasikan bahwa 60% siswa yang terlibat di dalam penelitian memiliki ketrampilan berfikir ilmiah mencapai 60%. Berfikir tingkat tinggi mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan rasa tanggung jawab selama proses belajar mandiri, berfikir logis, dan mampu meningkatkan pengajuan pertanyaan-pertanyaan. Metode mengajar guru yang efektif perlu dilakukan evaluasi dalam konteks tertertu karena pembelajaran melibatkan banyak nilai kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan penalaran ilmiah secara logis karena banyak penelitian menunjukkan bahwa pemikiran yang logis sangat memainkan peran penting dalam pemahaman materi.

Pada penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaaan metode animasi komputer dan pembelajaran jigsaw lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan siswa pada konsep ikatan kimia dari pada kelas yang tradisional. Animasi komputer dapat lebih efektif dikarenakan siswa tidak hanya melihat animasi tetapi diberi perlakuan termasuk pre-question, post-animation quaestion, diskusi, dan re-teaching shingga dapat menghidupkan kelas.

Pada kelas Jigsaw lebih efektif di banding kelas tradisional dikarenakan dengan menggunakan Jigsaw siswa harus membaca, menulis, berdiskusi, dan memecahkan masalah yang memutuhkan pemikiran tingkat tinggi seperti analisis, sintesis dan evaluasi sehingga menjadikan siswa lebih terikat dengan konten yang ada.

Pin Penting ini merupakan sari dari terjemahan dari artikel " Effects of Jigsaw Cooperative Learning and Animation Techniques on Students’ Understanding of Chemical Bonding and Their Conceptions of the Particulate Nature of Matter"


Artikel asli bisa di download disini

Bagikan melalui Facebook / Twitter / Google Plus untuk melihat Link Download.Jika Facebook Bermasalah, Gunakan Twitter atau Google Plus

Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/12/pengaruh-kooperative-learning-jigsaw.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/12/pengaruh-kooperative-learning-jigsaw.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon