Model Pembelajaran Koopertif Tipe STAD(Sudent Team Achievement Divisions)

A. Pengertian model pembelajaran kooperatif STAD menurut para ahli:

Menurut Nur Citra Utomo dan C. Novi Primiani (2009: 9), “STAD merupakan desain untuk memotivasi siswa-siswa supaya kembali bersemangat dan saling menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan oleh guru”.Menurut Mohamad Nur (2008: 5), pada model ini siswa dikelompokkan dalam tim dengan anggota 4 siswa pada setiap tim. Tim dibentuk secara heterogen menurut tingkat kinerja, jenis kelamin, dan suku.
ilustrasi
Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin, 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif.

Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan, saat kuis mereka tidak boleh saling membantu.


Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks.

B. Manfaat Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Manfaat model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk siswa dalam jangka pendek menurut Soewarso (1998:22) sebagai berikut :
  1. Model pembelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas
  2. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah, karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya
  3. Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama;
  4. Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya
  5. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi
  6. Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan
  7. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama.
Manfaat jangka panjang yang dapat dipetik dari pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Nurhadi (2004:115-116) adalah sebagai berikut :
  • Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
  • Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan
  • Memudahkan siswa melakukan penyesuaian;
  • Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen.
  • Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri dan egois;
  • Membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa;
  • Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dapat dipraktikkan;
  • Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia;
  • Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif;
  • Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik;
  • Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal ataucacat, etnis, kelas sosial, agama, dan orientasi tugas.

C. Komponen-komponen Utama dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Menurut Slavin (dalam Noornia, 1997: 21) ada lima komponen utama dalam pembelajaran kooperatif metode STAD, yaitu:

1. Penyajian Kelas

Penyajian kelas merupakan penyajian materi yang dilakukan guru secara klasikal dengan menggunakan presentasi verbal atau teks.Penyajian difokuskan pada konsep-konsep dari materi yang dibahas.Setelah penyajian materi, siswa bekerja pada kelompok untuk menuntaskan materi pelajaran melalui tutorial, kuis atau diskusi.

2. Menetapkan siswa dalam kelompok

Kelompok menjadi hal yang sangat penting dalam STAD karena didalam kelompok harus tercipta suatu kerja kooperatif antar siswa untuk mencapai kemampuan akademik yang diharapkan. Fungsi dibentuknya kelompok adalah untuk saling meyakinkan bahwa setiap anggota kelompok dapat bekerja sama dalam belajar.

Lebih khusus lagi untuk mempersiapkan semua anggota kelompok dalam menghadapi tes individu.Kelompok yang dibentuk sebaiknya terdiri dari satu siswa dari kelompok atas, satu siswa dari kelompok bawah dan dua siswa dari kelompok sedang. Guru perlu mempertimbangkan agar jangan sampai terjadi pertentangan antar anggota dalam satukelompok, walaupun ini tidak berarti siswa dapat menentukan sendiri teman sekelompoknya.

3. Tes dan Kuis

Siswa diberi tes individual setelah melaksanakan satu atau dua kali penyajian kelas dan bekerja serta berlatih dalam kelompok. Siswa harus menyadari bahwa usaha dan keberhasilan mereka nantinya akan memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi kesuksesan kelompok.

4. Skor peningkatan individual

Skor peningkatan individual berguna untuk memotivasi agar bekerja keras memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hasil sebelumnya.Skor peningkatan individual dihitung berdasarkan skor dasar dan skor tes.Skor dasar dapat diambil dari skor tes yang paling akhir dimiliki siswa, nilai pretes yang dilakukan oleh guru sebelumnya melaksanakan pembelajaran kooperatif metode STAD.

5. Pengakuan kelompok

Pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan atas usaha yang telah dilakukan kelompok selama belajar.Kelompok dapat diberi sertifikat atau bentuk penghargaan lainnya jika dapat mencapai kriteria yang telah ditetapkan bersama.Pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru.(baca juga: Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw)

D. Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  1. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya dan membahas suatu masalah.
  2. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah.
  3. Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi.
  4. Dapat memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu dan kebutuhan belajarnya.
  5. Para siswa lebih aktif bergabung dalam pelajaran mereka dan mereka lebih aktif dalam diskusi.
  6. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi temannya, dan menghargai pendapat orang lain.

E. Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  1. Kerja kelompok hanya melibatkan mereka yang mampu memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang pandai dan kadang-kadang menuntut tempat yang berbeda dan gaya-gaya mengajar berbeda
  2. Adanya perpanjangan waktu karena kemungkinan besar tiap kelompok belum dapat menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan sampai tiap anggota kelompok memahami kompetensinya
  3. Jika ditinjau dari sarana kelas, maka untuk membentuk kelompok kesulitan mengatur dan mengangkat tempat duduk. Hal ini karena tempat duduk yang terlalu berat
  4. Guru dituntut bekerja cepat dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan, antara lain koreksi pekerjaan siswa, menentukan perubahan kelompok belajar
  5. Memerlukan waktu dan biaya yang banyak untuk mempersiapkan dan kemudian melaksanakan pembelajaran kooperatif tersebut
  6. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk peserta didik sehingga sulit mencapai target kurikulum
  7. Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaran kooperatif
  8. Menuntut sifat tertentu dari peserta didik, misalnya sifat suka bekerja sama(Sumantri dkk. 2002).

F. Kunci Keberhasilan dalam Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Kunci keberhasilan di dalam penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD ini adalah persiapan guru dalam:
  1. Memilih materi yang ada pada Standar Isi dengan melihat pengetahuan siswa;
  2. Memilih materi yang ada pada Standar Isi dengan melihat minat siswa;
  3. Memilih materi yang ada pada Standar Isi yang memungkinkan untuk dilakukannya kuis yang dapat diujikan dan di-skor dengan cepat;
  4. Menyusun tugas untuk anggota masing-masing kelompok. Sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugas masing-masing dengan bertanggung jawab untuk kelompok masing-masing. Selain itu juga, para anggota masing-masing kelompok harus saling mendengarkan dan mengungkapkan pendapat masing-masing kelompok secara ikhlas;
  5. Membimbing agar siswa dapat berkomunikasi dengan kelompok lain secara bijaksana. Sehingga melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD, dapat dikembangkan diskusi dan komunikasi dengan tujuan agar siswa dapat saling berbagi kemampuan, belajar berpikir kritis, menyampaikan pendapat, memberi kesempatan, menyalurkan kemampuan, membantu belajar, serta menilai kemampuan dan peranan diri sendiri maupun teman lain anggota kelompok.
Selain itu peran / tugas guru untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran dengan teknik STAD adalah sebagai berikut:
  • Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar;
  • Guru menyajikan informasi kepada siswa baik dengan peragaan (demonstrasi) atau teks;
  • Guru menjelaskan siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajardan membantu setiap kelompok agar melakukan perubahan yang efisien;
  • Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas;
  • Guru mengetes materi pelajaran atau kelompok menyajikan hasil-hasilpekerjaan mereka;
  • Guru memberikan cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasilbelajar individu dan kelompok. (Sudrajat Akhmad. 2008).

G. Langkah-langkah Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

  1. Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4-6 orang secara heterogen
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas pada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok;
  4. Peserta didik yang bisa mengerjakan tugas/soal menjelaskan kepada anggota kelompok lainnya sehingga semua anggota dalam kelompok itu mengerti;
  5. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh peserta didik. Pada saat menjawab kuis/pertanyaan peserta didik tidak boleh saling membantu;
  6. Guru memberi penghargaan (rewards) kepada kelompok yang memiliki nilai/poin tertinggi;
  7. Guru memberikan evaluasi;
  8. Penutup.

H. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Menurut Maidiyah (1998: 7-13) langkah-langkah pembelajaran kooperatif metode STAD adalah sebagai berikut:

1. Persiapan STAD

a. Persiapan Materi

Sebelum menyajikan guru harus mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang akan dipelajari siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif.

b. Penerapan Siswa dalam kelompok

Guru menetapkan siswa dalam kelompok heterogen dengan jumlah maksimal 4 sampai 6 orang, aturan heterogenitas dapat berdasarkan pada:
  1. Kemampuan akademik (pandai, sedang, dan rendah) Yang didapat dari hasil akademik (skor awal) sebelumnya.Perlu diingat pembagian itu harus diseimbangkan sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan siswa dengan tingkat prestasi seimbang
  2. Jenis kelamin, latar belakang sosial, kesenangan, bawaan atau sifat (pendiam dan aktif)
Sebagai pedoman dalam menentukan kelompok dapat diikuti petunjuk berikut (Maidiyah, 1998:7-8):
  1. Merangking siswa
    Merangking siswa berdasarkan hasil belajar akademiknya di dalam kelas. Gunakan informasi apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan rangking tersebut. Salah satu informasi yang baik adalah skor tes.
  2. Menentukan jumlah kelompok
    Setiap kelompok sebaiknya beranggotakan 4-5 siswa.Untuk menentukan berapa banyak kelompok yang dibentuk, bagilah banyaknya siswa dengan empat. Jika hasil baginya tidak bulat, misalnya ada 42 siswa, berarti ada delapan kelompok yang beranggotakan empat siswa dan dua kelompok yang beranggotakan lima siswa. Dengan demikian ada sepuluh kelompok yang akan dibentuk.
  3. Membagi siswa dalam kelompok
    Dalam melakukan hal ini, seimbangkanlah kelompok- kelompok yang dibentuk yang terdiri dari siswa dengan tingkat hasil belajar rendah, sedang hingga hasil belajarnya tinggi sesuai dengan rangking. Dengan demikian tingkat hasil belajar rata- rata semua kelompok dalam kelas kurang lebih sama.
  4. Mengisi lembar rangkuman kelompok
    Isikan nama-nama siswa dalam setiap kelompok pada lembar rangkuman kelompok (format perhitungan hasil kelompok untuk pembelajaran kooperatif metode STAD).

c. Menentukan Skor Awal

Skor awal siswa dapat diambil melalui Pre Test yang dilakukan guru sebelum pembelajaran kooperatif metode STAD dimulai atau dari skor tes paling akhir yang dimiliki oleh siswa.Selain itu, skor awal dapat diambil dari nilai rapor siswa pada semester sebelumnya.

d. Kerja sama kelompok

Sebelum memulai pembelajaran kooperatif, sebaiknya diawali dengan latihan-latihan kerja sama kelompok. Hal ini merupakan kesempatan bagi setiap kelompok untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan saling mengenal antar anggota kelompok.

e. Jadwal Aktivitas

STAD terdiri atas lima kegiatan pengajaran yang teratur, yaitu penyampaian materi pelajaran oleh guru, kerja kelompok, tes penghargaan kelompok dan laporan berkala kelas.

2. Mengajar/Penyajian Materi

Setiap pembelajaran dalam STAD dimulai dengan presentasi kelas, yang meliputi pendahuluan, pengembangan, petunjuk praktis, aktivitas kelompok, dan kuis.

Dalam presentasi kelas, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

a. Pendahuluan

Pada pendahuluan perlu ditekankan apa yang perlu dipelajari siswa dalam kelompok dan menginformasikan hal yang penting untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan mereka pelajari.

b. Pengembangan

Hal –hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan penyajian materi, adalah:
1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok;
2) Pembelajaran kooperatif menekankan, bahwa belajar adalah memahami makna bukan hafalan;
3) Mengontrol pemahaman siswa sering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan;
4) Memberikan penjelasan mengapa jawaban pertanyaan tersebut benar atau salah;
5) Beralih pada konsep yang lain jika siswa telah memahami pokok masalahnya.

c. Latihan Terbimbing

Latihan terbimbing dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas pertanyaan yang diberikan;
2) Memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan soal. Hal ini bertujuan supaya semua siswa selalu mempersiapkan diri sebaik mungkin;
3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu yang terlalu lama. Sebaiknya siswa mengerjakan satu atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan umpan balik.(baca juga:Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament(TGT))

3. Belajar Kelompok

a. Pada hari pertama kegiatan kelompok STAD, guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok, yaitu:
  1. Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru;
  2.  Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran;
  3. Mintalah bantuan kepada teman satu kelompok apabila seorang anggota kelompok mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum meminta bantuan kepada guru;
  4. Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan.
b. Guru dapat mendorong siswa dengan menambahkan peraturan- peraturan lain sesuai kesepakatan bersama. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan guru adalah:
  1. Guru meminta siswa berkelompok dengan teman sekelompoknya;
  2. Guru memberikan lembar kegiatan (lembar diskusi) beserta lembar jawabannya;
  3. Guru menyarankan siswa agar bekerja secara berpasangan atau dengan seluruh anggota kelompok tergantung pada tujuan yang dipelajarinya. Jika mereka mengerjakan soal-soal maka setiap siswa harus mengerjakan sendiri dan selanjutnya mencocokkan jawabannya dengan teman sekelompoknya. Jika ada seorang teman yang belum memahami, teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan.
  4. Tekankanlah bahwa lembar kegiatan (lembar diskusi) untuk diisi dan dipelajari. Dengan demikian setiap siswa mempunyai lembar jawaban untuk diperiksa oleh teman sekelompoknya.
c. Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok selama siswa bekerja dalam kelompok. Sesekali guru mendekati kelompok untuk mendengarkan bagaimana anggota kelompok berdiskusi.

4. Kuis atau Tes

Dilakukan selama 45 menit sampai 60 menit secara mandiri untuk menunjukkan apa yang telah siswa pelajari selama bekerja dalam kelompok. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disambungkan sebagai nilai perkembangan kelompok.

5. Skor Perkembangan

Setelah diadakan kuis, guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu.Skor perkembangan ditentukan berdasarkan skor awal siswa.Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja dengan teman yang lain.

6. Penghargaan Kelompok

Setelah guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok, guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi.Setelah itu guru memberi penghargaan kepada kelompok tersebut yang berupa sertifikat atau berupa pujian.Untuk pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru.


Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/07/pembelajaran-koopertif-tipe-stad.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/07/pembelajaran-koopertif-tipe-stad.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon