Tungau Mikroskopis Hidup Berdampingan Dengan di Wajah Kita

Di Kutip dari bbc.com(terjemahan bebas)
A scanning electron micrograph of Demodex folliculorum (Credit: Eye of Science/SPL)

Setiap manusia hampir dapat dipastikan memiliki hewan yang mampu hidup di wajah kita semua

Kita tidak bisa melihat mereka, tapi dapat dipastikan mereka ada. hewan ini adalah tungau mikroskopis yang memiliki kaki berjumlah delapan sepert laba-laba. hewan ini bukan bakteri namun dapat dipastikan masuk ke dalam kelompok tungau yang hampir semua manusia memilikinya di wajah mereka. tungau ini menghabiskan seluruh hidup mereka di wajah manusia, dimana mereka makan, berkembang biak, dan akhirnya mati.
A Demodex folliculorum under a light microscope (Credit: Power and Syred/SPL)

meskipun tungau ini hidup di wajah kita dengan ukuran mikroskopis, namun makhluk berkaki delapan ini tidak akan menimbulkan masalah serius. Tungau ini hampir seluruhnya tidak berbahaya.

terdapat dua spesies tungau yang hidup di wajah kita yaitu folliculorum Demodex dan D. brevis.tungau ini di kelompokkan ke dalam Arthropoda kelompok yang mencakup hewan bersendi berkaki seperti serangga dan kepiting.
A hair follicle, complete with Demodex follicorum (Credit: David Scharf/SPL)


Tungau Demodex memiliki delapan kaki pendek dan kepala yang besar. Tubuh Demodex memiliki bentuk yang memanjang, hampir seperti cacing. Di bawah mikroskop elektron, Demodex tampak seolah-olah Demodex sedang berenang melalui minyak, tidak sangat jauh, atau sangat cepat.
Eyelashes, with D. folliculorum lurking in the follicles (Credit: Steve Gschmeissner/SPL)

Kedua spesies ini hidup di tempat yang sedikit berbeda. D. folliculorum tinggal di pori-pori dan folikel rambut, sedangkan D. brevis lebih suka menetap di bagian yang lebih dalam, di kelenjar sebaceous atau kelenjar minya manusia.

Dibandingkan dengan bagian lain dari tubuh manusia, wajah manusia memiliki pori-pori yang lebih besar dan memiliki lebih banyak kelenjar sebasea, yang mungkin menjelaskan mengapa tungau cenderung untuk tinggal di sana. Tapi hewan ini juga telah ditemukan di tempat lain, termasuk daerah genital baik laki-laki maupun perempuan, serta payudara.

Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/06/tungau-mikroskopis-hidup-berdampingan.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/06/tungau-mikroskopis-hidup-berdampingan.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon