Kanker Hati (Hepatoma)


ilustrasi: bagian hati yang terserang kanker hati 3D animation

FAKTA:

  1. Karsinoma hepatoselular (HCC=Hepatocelular Carcinoma) meliputi 5,6% dari seluruh kasus kanker pada manusia serta menempati peringkat ke 5 pada laki-laki dan ke 9 pada perempuan sebagai kanker tersering di dunia. (i)
  2. Tingkat kekerapan tertinggi HCC (lebih dari 10 kasus per 100000 penduduk) terdapat pada Asia Timur dan Tenggara. (i)
  3. 80% kasus HCC di dunia berada di negara sedang berkembang seperti Asia Timur dan Asia Tenggara serta Afrika Tengah yang merupakan wilayah prevalensi tinggi. (i)

PENGERTIAN

Apa yang dimaksud kanker hati?
Kanker hati adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel ganas di hati yang dihasilkan dari sel-sel abnormal pada hati (primer), atau mungkin akibat dari penyebaran kanker dari bagian tubuh lain (sekunder). (ii) Kanker/tumor hati primer dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis berdasarkan sel asalnya, yaitu kanker/tumor hati jinak dan kanker/tumor hati ganas. Kanker/tumor hati jinak contohnya adalah adenoma hepatik dan hiperplasia fokal nodular (focal nodular hyperplasia=FNH). Untuk kanker/tumor hati ganas contohnya karsinoma hepatoseluler (HCC).

atas: hati yang sehat. bawah: hati yang terkena kanker hati
Penderita kanker hati umumnya adalah lansia. Kanker hati primer adalah kanker yang berawal di organ hati dan termasuk jenis kanker yang berpotensi fatal. Selain kanker hati primer yang muncul di dalam hati, ada juga yang dikenal dengan kanker hati sekunder yang bermula di bagian tubuh lain, seperti usus, sebelum menyebar ke hati. Banyak Terjadi di Negara-negara Berkembang

Kanker hati adalah tipe kanker paling umum kelima di antara laki-laki dan ketujuh di antara wanita. Sekitar 85% kasus kanker hati di dunia terjadi di negara-negara yang masih berkembang. Penyebab tingginya kasus kanker hati di negara-negara yang masih berkembang adalah tingginya kasus hepatitis B dan C di negara-negara tersebut, termasuk di Indonesia.

Sebanyak 59% kasus kanker hati di negara yang masih berkembang disebabkan oleh hepatitis B dan 33% oleh hepatitis C. Sedangkan di negara-negara yang sudah maju seperti negara-negara di Eropa, penyebab utama kanker hati adalah konsumsi alkohol yang tinggi dan obesitas yang meningkat.
Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 33.000 kasus baru kanker hati setiap tahunnya. Angka ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penderita hepatitis B dan C yang saat ini mencapai 30 juta jiwa.

Fungsi Penting Organ Hati

Dengan ratusan fungsi yang dijalankan, hati menjadi salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Kanker hati dikategorikan sebagai penyakit serius akibat terhambatnya fungsi-fungsi hati tersebut, bahkan benar-benar menghentikannya. Berikut ini adalah beberapa fungsi terpenting dari hati:
• Menghilangkan racun dari tubuh
• Mencerna protein dan lemak
• Memproduksi cairan penghancur lemak (empedu) yang membantu pencernaan
• Membantu mengontrol penggumpalan darah
kanker hati yang sudah parah

Mengenali Gejala Kanker Hati

Gejala penyakit ini biasanya berbentuk umum atau kurang spesifik seperti misalnya kelelahan dan mual. Banyak orang yang baru merasakan gejala secara jelas setelah kanker mencapai stadium lanjut. Gejala kanker hati meliputi:
• Kelelahan
• Penurunan berat badan tanpa sebab
• Mual-mual
• Muntah
• Sakit kuning (kulit dan bagian putih mata yang menguning akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam tubuh manusia)

Sirosis: Penyebab Utama Kanker Hati
Penyebab pasti kanker hati masih belum diketahui, tetapi penyakit ini diperkirakan berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati, seperti penyakit hati sirosis. Penyakit sirosis dapat disebabkan oleh:
Infeksi virus hepatitis B atau hepatitis C
• Penyalahgunaan alkohol – mengonsumsi minuman keras lebih dari jumlah yang direkomendasikan.
Obesitas dipercaya juga dapat meningkatkan risiko kanker hati karena berkaitan erat dengan penyakit perlemakan hati non alkoholik (Non Alcoholic Fatty Liver Disease = NAFLD).

Diagnosis Kanker Hati Sedini Mungkin

Jika dokter umum mencurigai atau mendiagnosis Anda telah terkena kanker hati, Anda akan dirujuk ke rumah sakit spesialis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Semakin cepat penyakit ini terdiagnosis, semakin efektif penanganan yang diberikan.

Pada kenyataannya hanya 1 dari 5 orang yang dapat bertahan hidup, setidaknya setahun setelah didiagnosis mengidap kanker hati. Dan hanya 1 dari 20 pengidap yang dapat bertahan hidup setidaknya lima tahun. Hal ini dikarenakan sebanyak 9 dari 10 penderita baru didiagnosis ketika kanker sudah ada pada stadium lanjut. Pada kebanyakan pengidap, kanker telah berkembang terlalu parah untuk disembuhkan.

Maka agar kanker hati dapat terdiagnosis lebih dini, orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit tersebut disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin dan teratur. Kelompok orang yang berisiko tinggi ini adalah mereka yang positif terinfeksi hepatitis C atau yang pernah mengidap sirosis. Manfaat dari pemeriksaan rutin adalah untuk mendiagnosis kanker hati pada stadium awal, yaitu saat pengobatan untuk kepulihan total lebih memungkinkan.

bagian warna putih merupakan bagian hati yang terkena kanker

PENYEBAB

Apa yang menyebabkan kanker hati?
Sulit untuk menentukan apa yang menyebabkan kanker hati, namun para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hati. Beberapa faktor risiko untuk kanker hati termasuk:
1) Hepatitis B & C kronis
Para peneliti telah menghubungkan infeksi hepatitis-B (HBV) dan hepatitis-C (HCV) dengan perkembangan kanker hati dan menemukan hubungan yang signifikan. Diperkirakan bahwa 10-20 persen orang yang terinfeksi hepatitis B kronik akan berkembang menjadi kanker hati.
2) Sirosis 
The National Cancer Institute USA memperkirakan bahwa 5-10 persen orang dengan sirosis (gangguan progresif yang menyebabkan parut pada hati) akan berkembang menjadi kanker hati. Sirosis yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan C, penyalahgunaan alkohol dan gangguan genetik dapat menempatkan orang pada risiko tinggi untuk berkembang menjadi kanker hati.
3) Paparan aflatoksin 
zat ini bersifat karsinogenik yang dapat ditemukan pada jamur yang terdapat pada kacang, jagung, dan biji-bijian.
4) Paparan vinil klorida dan thorium dioksida (Thorotrast)
Paparan zat kimia ini digunakan pada suatu agen kontras yang dahulu digunakan untuk pencitraan (imaging), menyebabkan suatu kanker dari pembuluh- pembuluh darah dalam hati yang disebut hepatic angiosarcoma
5) Pil KB 
Konsumsi pil jenis kontrasepsi oral ini dapat berkaitan dengan tumbuhnya beberapa jenis kanker pada hati, tapi cukup jarang hingga menjadi HCC.
6) Steroid anabolik
Penggunaan jangka panjang steroid bisa sedikit meningkatkan risiko kanker hati.
7) Arsenik
Di beberapa bagian dunia, air minum yang terkontaminasi dengan arsenik menyebabkan peningkatan risiko untuk mengembangkan kanker hati

GEJALA

Apa gejala dari kanker hati?
Beberapa gejala yang disebabkan oleh kanker hati yaitu kehilangan berat badan, jaundice (mata dan kulit menjadi kuning), lemah, rasa nyeri di perut, akumulasi cairan di perut (ascites), dan demam. Dalam banyak kasus, kanker hati dapat ditemukan pada pasien sirosis atau penyakit hati kronis lainnya tanpa disertai adanya gejala melalui pemeriksaan skrining rutin

TES DAN PENGOBATAN Pemeriksaan apakah untuk mendiagnosis kanker hati?
  1. Pencitraan –Menggunakan alat, salah satunya USG, CT (computerized tomography), MRI (magnetic resonance imaging), hepatic angiography dan laparoscopy (iv)
  2. Biopsi –Pengambilan sampel kecil dari sel-sel hati yang diambil dan diperiksa dengan menggunakan mikroskop. Pengambilan sampel hati dengan cara memasukkan jarum halus di antara tulang rusuk kemudian ke hati. Biopsi tidak hanya dapat memastikan adanya sirosis, tetapi juga dapat mengungkapkan penyebabnya. (v)
  3. Pemeriksaan AFP –AFP adalah protein serum normal yang disintesis oleh hati fetal, sel yolk-sac dan sedikit sekali oleh saluran gastriontestinal fetal. Rentang normal AFP serum adalah 0-20 ng/mL. Kadar AFP meningkat pada 60-70% dari pasien HCC. Nilai normal dapat ditemukan pada HCC stadium lanjut. (i)
Bagaimana pengobatan kanker hati?
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan kanker hati diantaranya:
1. Pembedahan
2. Transplantasi hati
3. Ablasi lokal
4. Chemoembolization
5. Kemoterapi
6. Radiofrequency ablation (RFA)(iv)

PENCEGAHAN
Bagaimanakah tindakan pencegahan untuk orang yang sehat?
Tindakan pencegahan sebaiknya dilakukan saat pasien belum mengalami penyakit hati kronis yang dapat menyebabkan kanker hati. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Hindari alkohol.
2. Melakukan tindakan pencegahan & vaksinasi terhadap Hepatitis B.
3. Melakukan screening secara berkala pada pasien yang terkena penyakit hati.
4. Makan yang seimbang, diet rendah lemak dan mengkonsumsi vitamin. (v)

Risiko kanker hati dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti mengatur pola makan dan olahraga teratur agar tubuh terhindar dari obesitas, serta menghindari konsumsi minuman keras dan rokok.

Selain itu, Anda juga bisa menghindari risiko terinfeksi hepatitis B dan C dengan vaksinasi dan berhubungan seksual secara aman. Jika Anda ingin menindik atau menato tubuh, pastikan untuk melakukannya di tempat yang memiliki alat-alat dengan tingkat kesterilan yang terjamin.

Tiga Alternatif  Pengobatan Kanker Hati
Stadium kanker menentukan jenis penanganan apa yang akan diberikan pada penderita. Jika kanker yang terdiagnosis sudah terlanjur pada kondisi stadium lanjut, perawatan hanya ditujukan untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pasien selama sisa hidupnya. Tapi lain halnya jika kanker bisa terdiagnosis sebelum berkembang lebih parah, maka kondisi tersebut lebih memungkinkan untuk ditangani.

Setidaknya ada tiga cara dalam mengobati kanker hati. 
Yang pertama adalah ablasi frekuensi radio, yaitu penggunaan sebuah perangkat listrik yang khusus digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang ada di organ hati.

Kedua adalah operasi reseksi, yaitu proses pengangkatan bagian-bagian tertentu dari organ hati yang terinfeksi.

Yang ketiga adalah transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati penderita dengan organ hati dari pendonor.


Frida Ramadhanti (15)
Jihan Afifah Sahara (16)
Mega Puspaningrum (19)
Santika Birahmatika (27)
Yoanita Damayanti (37)

Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2015/02/kanker-hati-hepatoma.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2015/02/kanker-hati-hepatoma.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon