Bird Banding, Salah Satu usaha Penandaan Burung Untuk menjaga Kelestarian Alam

Cincin yang digunakan pada saah satu burung yang ditandai

Indonesia telah lama dikenal dengan kekayaan keanekaragaman hayatinya. Di antara kekayaan keragaman satwanya, burung merupakan salah satu kekayaan hayati yang paling menakjubkan. Indonesia memiliki sekitar 1593 jenis burung yang menempatkan Indonesia sebagai nomor empat terbanyak di dunia. Lebih menakjubkan lagi, 353 jenis di antaranya merupakan jenis unik dan endemik (hanya terdapat di Indonesia), yang membuat Indonesia melesat ke posisi nomor satu di dunia dalam hal keanekaragaman jenis burung endemik.

Namun sayangnya, keanekaragaman jenis burung yang kita miliki semakin terancam keberadaannya. Saat ini terdapat 119 jenis burung yang terancam punah sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara yang burungnya paling banyak terancam punah. Sementara sekitar 195 jenis burung lainnya tengah antre sebagai jenis burung yang mendekati terancam punah. Kondisi ini tidaklah makin membaik dari waktu ke waktu. Pada tahun 1994 di Sumatera tercatat sebanyak 26 jenis burung terancam punah. Jumlah ini meningkat pada tahun 2001 menjadi 195 jenis.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh para pecinta burung untuk melestarikan keanekaragaman jenis burung di Indonesia adalah dengan menggiatkan kegiatan bird banding, untuk menandai burung liar yang ada di alam.
Salah satu jenis cincin yang digunakan

Dalam Bahasa Inggris, padanan kata pencincinan burung adalah Bird banding atau Bird ringing, bergantung kepada negaranya. Menurut Life (1980), kegiatan pencincinan sebenarnya telah dimulai sejak abad pertengahan, ketika peternak burung alap-alap memulai melakukan penandaan terhadap burung peliharaannya agar kalau hilang dan ditemukan oleh orang lain, burung tersebut bisa dikembalikan lagi.

Penandaan burung secara moderen pertama kali dilakukan oleh Johan Leonhard Frisch dari Berlin. Pada tahun 1740, dia mengikatkan tali penanda berwarna merah pada tungkai walet sebelum migrasi musim gugurnya. Di Amerika, salah seorang pengamat burung yang pertama kali melakukan penandaan burung adalah John James Audubon, yang mengikatkan benang perak pada burung amatannya. Saat ini kegiatan pencincinan telah dilakukan oleh banyak pengamat burung di seluruh dunia.
Bendera merah, salah satu cara untuk menandai
bersal dari mana pada waktu penandaan burung dilakukan

Meskipun demikian, mengingat tingkat kesulitan serta kehati-hatian yang dituntut dalam kegiatan pencincinan, tidak semua orang bisa begitu saja melakukan kegiatan pencincinan. Mereka haruslah mendapatkan pelatihan yang cukup dan memperoleh ijin untuk menincin. Bird banding bermanfaat untuk pengetahuan tentang persebaran, keanekaragaman jenis dan pengenalan jenis burung.

Cincin yang digunakan telah disesuaikan ukurannya agar tidak mengganggu burung dalam beraktifitas. Setelah di cincin, burung dilepaskan kembali ke alamnya untuk kembali berperan dalam rantai makanan.
Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2014/10/bird-banding-salah-satu-usaha-penandaan.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2014/10/bird-banding-salah-satu-usaha-penandaan.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon