Gunung Ungaran Menyimpan Biodiversitas Yang Perlu Kita Lestarikan

Gunung Ungaran yang terletak di kabupaten semarang untuk posisi di sebelah timur dan sebagian lagi yang terletak di sebelah barat masuk ke wilayah kabupaten Kendal ini menyimpan banyak biodiversitas yang perlu di jaga kelestariannya.

Wilayah gunung ungaran sendiri lama kelamaan semakin berkurang akibat dari pembukaan lahan yang terus menerus terjadi. Wilayah yang masih menyimpan berbagai biodiversitas itu yang sering dijadikan objek penelitian oleh mahasiswa biologi UNNES yitu Green Community dan Pelatuk Bird Study Club itu adalah wilayah di daerah Medini Gunung Ungaran lebih tepatnya bukit yang dinamakan dengan watu ondo dan gunung Gentong, kearah selatan lagi dari arah medini juga sering dijadikan objek penelitian dengan hutan yang masih perawan ini dikarenakan jarang sekali masyarakat sekitar yang masuk ke hutan yang berada di sebelah selatan Medini.

Jenis burung yang teridentifikasi oleh kelompok Pelatuk BSC antara lain burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi , dulunya bernama ilmiah Spizaetus bartelsi) yang merupakan burung endemik pulau Jawa dan terancam kepunahannya dikarenakan setiap bertelur biasanya hanya bertelur sebanyak satu telur saja dan telur ini sangat rentan tidak menetas dikarenakan rentan terhadap perubahan suhu lingkungan, selain itu keberadaan si rajawali yang dijadikan lambang bagi Negara Indonesia ini semakin terancam dengan semakin sedikitnya hutan alami yang sebagai habitatnya si burung elang jawa ini. Burung elang Jawa memiliki kecenderungan untuk menjauhi hutan-hutan yang berada di dekat manusia ataupun yang sudah terjamah oleh aktifitas manusia.
Elang jawa(Nisaetus bartelsi), foto oleh Munir

Selain itu selain elang jawa, burung yang semakin sedikit keberadaannya adalah julang emas (Aceros undulates) orang awam menyebutnya dengan sebutan rangkong, dan orang di daerah gunung ungaran menyebutnya dengan burung gogik. Burung yang berukuran besar ini pada saat terbang mengeluarkan bunyi kepakan sayap sangat keras sekali. Antara jantan dan betina memiliki corak warna yang berbeda di bagian leher, jantan memiliki corak kuning keemasan, dan betina memiliki corak biru di bagian leher. Pad saat berkembang biak burung ini membutuhkan sebuah lubang di pohon yang besar dan tinggi, dimana betina akan masuk ke lubang tersebut selama masa berkembang biak dan yang mencari makan adalah jantannya. Keberadaan burung julang emas ini semakin sedikit dikarenakan semakin sedikitnya pohon yang berukuran besar untuk dijadikan sarang baik yang dikarenakan tumbang secara alami maupun yang di tebang secara sengaja.
Julang emas jenis kelamin jantan foto oleh munir
Jadi mari kita lestarikan alam sekitar kita supaya anak cucu kita bisa melihat langsung keanakeragaman biodiversitas Indonesia di alam liar supaya mereka kelak tidak meihat mereka di kebun binatang saja bahkan yang lebih miris hanya bisa melihat di buku-buku teks seperti burung trulek jawa.
Mohon sertakan link ini http://www.biologiedukasi.com/2014/07/gunung-ugaran-yang-menyimpan.html
Sekali lagi mohon jika ingin meng-copy paste artikel ini sertakan link artikel ini http://www.biologiedukasi.com/2014/07/gunung-ugaran-yang-menyimpan.html
Previous
Next Post »

mohon untuk tidak meninggalkan live link ConversionConversion EmoticonEmoticon